Inkontinensia sering terjadi pada orang lanjut usia di AS

Di antara orang dewasa yang lebih tua, inkontinensia, yaitu hilangnya kontrol kandung kemih atau usus secara tidak disengaja, adalah masalah umum, menurut laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Sebuah survei terhadap lebih dari 2.600 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang dilakukan antara tahun 2007 dan 2010 menunjukkan bahwa lebih dari separuh dari mereka yang disurvei mengalami kebocoran urin atau kebocoran usus yang tidak disengaja. Demikian pula, survei pada tahun 2010 terhadap orang-orang yang tinggal di fasilitas perawatan residensial di seluruh negeri menemukan bahwa sekitar 40 persen melaporkan mengalami inkontinensia.

Di antara penghuni panti jompo jangka panjang, survei tahun 2009 menemukan bahwa 75,8 persen mengatakan mereka tidak sepenuhnya mengontrol fungsi kandung kemih mereka atau feses, menurut laporan yang dirilis hari ini (25 Juni).

“Inkontinensia kandung kemih dan usus adalah kondisi yang menyerang orang lanjut usia yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup, perawatan dan pemberian layanan,” tulis para peneliti. Namun, mereka menambahkan, hanya sedikit perhatian yang diberikan untuk menemukan tingkat inkontinensia pada orang lanjut usia di AS.

Inkontinensia bisa jadi sulit diatasi secara emosional, kata para peneliti.

“Individu yang mengalami inkontinensia mungkin membawa beban emosional yang memalukan dan rasa malu di samping ketidaknyamanan fisik dan gangguan pada kehidupan mereka yang terjadi akibat episode inkontinensia,” kata para peneliti. (10 Gangguan Kesehatan Paling Stigmatisasi)

Selain dampaknya terhadap kesejahteraan pasien, inkontinensia juga menimbulkan beban keuangan. Di Amerika Serikat, kerugian akibat inkontinensia kandung kemih pada orang dewasa pada tahun 2000 diperkirakan mencapai $19,5 miliar. Mayoritas biaya disebabkan oleh sumber daya yang digunakan untuk pengelolaan inkontinensia seperti bantalan penyerap dan kain lap.

Pada orang lanjut usia, inkontinensia kandung kemih dapat disebabkan oleh perubahan terkait usia atau infeksi pada saluran kemih, dan kondisi seperti diabetes, kanker, stroke, dan lain-lain. kognitif dan gangguan mobilitas.

Faktor risiko terjadinya inkontinensia usus adalah diare kronis, asupan serat dan air yang tidak memadai, sembelit kronis, diabetes, stroke, kondisi neurologis dan kejiwaan, serta gangguan kognitif atau mobilitas.

Inkontinensia dapat terjadi dengan orang yang lebih muda Juga. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau kerusakan saraf atau otot akibat pembedahan, kanker, perawatan radiasi, atau persalinan.

Hak Cipta 2014 Ilmu Hidup, sebuah perusahaan TechMediaNetwork. Seluruh hak cipta. Materi ini tidak boleh dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan ulang.

Pengeluaran SGP