Kekerasan melanda kota terbesar di Brasil
27 November: Tersangka penyelundup narkoba yang tidak ingin mengidentifikasi diri mereka memegang senjata saat mereka berfoto di sebuah daerah kumuh di barat Rio de Janeiro, Brasil. (AP)
Sao Paulo – Meningkatnya gelombang kekerasan di São Paulo menghancurkan kehidupan sehari-hari penduduk kota tersebut.
Setidaknya 140 orang tewas dalam dua minggu terakhir di kota terbesar di Amerika Selatan, kata Departemen Keamanan Publik São Paulo.
Pembunuhan di São Paulo mulai meningkat tajam pada bulan September, bulan dimana 144 orang meninggal, kata situs web departemen tersebut. Dikatakan total 982 pembunuhan terjadi di kota itu selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Para korban termasuk 90 petugas polisi, sebagian besar ditembak mati saat tidak bertugas.
Seorang pejabat Departemen Keamanan Publik mengatakan pada hari Sabtu bahwa pembunuhan oleh polisi diperintahkan oleh para pemimpin kelompok kejahatan terorganisir yang disebut Komando Ibu Kota Pertama yang dipenjara sebagai pembalasan atas tindakan keras terhadap perdagangan narkoba. Pejabat tersebut berbicara tanpa menyebut nama karena dia tidak berwenang berbicara kepada pers.
Lebih lanjut tentang ini…
First Capital Command adalah salah satu kelompok kejahatan terorganisir paling terkenal di Brasil. Berbasis di penjara negara bagian São Paulo, kelompok ini diduga berada di balik beberapa gelombang serangan terhadap polisi, gedung pemerintah, bank dan bus umum pada tahun 2006. Serangan dan serangan balik yang dilakukan polisi di daerah kumuh tersebut menewaskan lebih dari 200 orang.
Kekerasan terbaru menyebabkan toko-toko dan sekolah-sekolah tutup di beberapa distrik São Paulo awal pekan lalu ketika rumor tentang jam malam yang diberlakukan geng menyebar.
“Mengingat serentetan kekerasan di zona selatan kota, direktur sekolah memutuskan untuk memulangkan staf dan siswa lebih awal untuk memastikan keselamatan mereka,” Eliane Valerio de Souza, asisten administrasi di sebuah sekolah pelatihan profesional, mengatakan kepada surat kabar Folha de S. Paulo.
Otoritas negara bagian São Paulo mengatakan pekan lalu bahwa para pemimpin Komando Ibu Kota Pertama yang dipenjara karena dicurigai menggunakan ponsel selundupan untuk memerintahkan penyerangan dan mengoordinasikan penjualan narkoba, pembunuhan anggota geng saingan dan pembelian senjata akan dipindahkan ke penjara federal dengan keamanan maksimum di luar negara bagian tersebut.
Pada hari Kamis, salah satu pemimpin terbawah geng tersebut dikirim ke penjara federal di Brasil utara. Lainnya diperkirakan akan ditransfer pada akhir bulan ini.
Berdasarkan pemberitaan Associated Press.
Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino