Kekuatan peso Meksiko naik dan turun seiring dengan peluang Clinton memenangkan kursi kepresidenan

Hari pemilu di Amerika Serikat tidak bisa segera tiba bagi peso Meksiko, terutama jika Hillary Clinton adalah pemenangnya.

Mata uang ini terguncang pada tahun 2016, kehilangan hampir 10 persen nilainya terhadap dolar AS, dan sempat menembus batasan psikologis sebesar 20 peso per dolar. Beberapa titik terang muncul setelah penampilan debat Clinton melawan Donald Trump.

Peso mencapai titik terendah tahun ini tak lama setelah kandidat Partai Demokrat itu didiagnosis menderita pneumonia pada bulan September. Namun indeks tersebut telah pulih dari level terendahnya di tengah perasaan bahwa Clinton telah mengungguli Trump dalam tiga debat calon presiden AS, termasuk debat terakhir pada Rabu malam.

Kandidat Partai Republik itu mengecam Meksiko bukan hanya karena imigrasi ilegal, tapi juga karena hilangnya lapangan pekerjaan di Amerika sejak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) diberlakukan. Dia mengatakan dia akan memaksa Meksiko dan Kanada untuk merundingkan kembali perjanjian tersebut.

AS adalah mitra dagang terbesar Meksiko, sehingga perubahan apa pun dapat berdampak signifikan di sini. Belum lagi ancaman Trump yang akan memaksa Meksiko membayar tembok perbatasan melalui pengiriman uang yang dikirim pulang oleh warga Meksiko yang bekerja di utara perbatasan.

Sebuah analisis yang dilakukan oleh Banco Base di Meksiko memperkirakan pada hari Kamis bahwa dengan peluang Trump untuk menang, peso dapat mencapai 18,40 per dolar dalam beberapa hari mendatang. Namun mereka memperingatkan, “keuntungan peso akan terbatas sampai hasil resmi pemilu Amerika Serikat diketahui.”

Dalam sebuah laporan akhir bulan lalu, bank Swiss UBS menulis “tidak termasuk sterling, peso Meksiko tetap menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di antara mata uang utama tahun ini.”

Laporan tersebut menguraikan beberapa alasan mendasar di balik kelemahan tersebut, termasuk meningkatnya defisit pemerintah, namun menambahkan “pasar kini juga fokus pada risiko bahwa pemilu AS akan mengarah pada proteksionisme perdagangan yang lebih besar yang akan berdampak langsung pada Meksiko.” Laporan tersebut bahkan menyertakan grafik yang menunjukkan pelemahan peso menyusul dukungan Trump.

Meksiko merespons volatilitas peso dengan menaikkan suku bunga antar bank sebesar setengah poin menjadi 4,75 persen pada akhir September untuk mencoba memperkuat mata uang dan menjaga terhadap inflasi.

Pada saat itu, Bank of Mexico mengatakan ada risiko volatilitas yang lebih besar dalam mata uang jika ada peningkatan “kegugupan yang timbul dari kemungkinan konsekuensi” pemilu AS.

Sukai kami Facebook
Ikuti kami Twitter & Instagram


daftar sbobet