Ketajaman Perang Revolusi George Washington yang ‘ditemukan kembali’ dipamerkan
Selempang Washington dipajang di sebelah potret Washington tahun 1776 karya Peale. (Atas izin Museum Revolusi Amerika)
Selempang biru yang dikenakan oleh George Washington selama Perang Revolusi dipajang di Museum Revolusi Amerika di Philadelphia.
Selempang tersebut, yang dipinjamkan dari Museum Arkeologi & Etnologi Peabody di Harvard, ditemukan kembali beberapa tahun lalu oleh Dr. Philip Mead, kepala sejarawan dan direktur urusan kuratorial di Museum Revolusi Amerika. Mead menemukan artefak tersebut di Museum Peabody, yang pada dasarnya tersembunyi selama beberapa dekade. Meskipun selempang itu diyakini milik Washington, hal ini tidak pernah dikonfirmasi, menurut Museum Revolusi Amerika.
“Saya kagum. Saya berpikir, apakah ini benar-benar ikat pinggang yang dikenakan Washington di medan perang awal Perang Revolusi?” Mead mengatakan kepada Fox News melalui email. “Di mana saja selama bertahun-tahun ini? Kenyataannya bahkan lebih menarik daripada yang berani kuharapkan.”
DARI PATUNG ROYAL KE PERTEMPURAN PERANG REVOLUSIONER: PERJALANAN LUAR BIASA DARI MUSKETBALL ‘MELTED MAJESTY’
Mead mempelajari selempang itu selama bertahun-tahun sebelum menyimpulkan bahwa memang itulah yang dikenakan Washington.
Selempang tersebut, yang dipajang hingga 9 Oktober, dipajang dengan potret Washington tahun 1776 oleh seniman Philadelphia Charles Willson Peale, yang menggambarkan dia mengenakan selempang tersebut. Potret itu dipinjamkan dari Museum Brooklyn.
Museum Revolusi Amerika mencatat bahwa ketika Washington pertama kali mengambil alih komando Angkatan Darat Kontinental pada tahun 1775, tidak ada seragam standar atau lambang bagi para perwira. Panglima yang baru membutuhkan sesuatu untuk membedakannya dari rekan-rekan perwiranya, jadi dia memilih ikat pinggang sutra biru, atau pita, yang dia kenakan di dadanya.
IMAN SOLDIER: ALKITAB LANGKA YANG DIBAWA KE PERTEMPURAN BUKIT BUNKER MEMILIKI INSKRIPSI BERGERAK
Dalam sebuah pernyataan, Mead mencatat bahwa sangat sedikit seragam yang bertahan dari Perang Revolusi Amerika, apalagi pakaian militer Washington sendiri. “Melihat selempang yang dikenakan Washington selama pertempuran sengit tahun 1775-1779 ini sungguh menakjubkan,” tambahnya.
Pakar tersebut mengatakan bahwa selempang itu benar-benar menghilang dari lukisan Washington setelah sang jenderal memutuskan bahwa selempang itu juga menyerupai simbol kekuasaan monarki. Khususnya pada lukisan Peale ‘George Washington at the Battle of Princeton’ yang menjadi koleksi Galeri Seni Universitas Yalegaris besar bingkai yang dicat terlihat jelas. Lukisan tahun 1781 ini merupakan salah satu dari sejumlah replika potret Washington yang dilukisnya oleh Peale pada tahun 1779 untuk memperingati kemenangan Tentara Kontinental di Trenton dan Princeton, New Jersey.
(Galeri Seni Universitas Yale)
Setelah selempang tersebut dikeluarkan dari pameran Museum Revolusi Amerika pada bulan Oktober, selempang tersebut akan diganti dengan pedang milik Washington yang dipinjamkan dari pemberi pinjaman swasta. Pedang tersebut, yang dibuat di Philadelphia dan digunakan pada tahun-tahun awal Perang Revolusi, akan dipajang pada 10 Oktober bersama dengan salinan lukisan tangan tahun 1778 yang saat ini dipajang di museum.
PARA ARCHAEOLOG MENINGKATKAN HARTA SEJARAH DARI TOILET PHILADELPHIA BERUMUR 300 TAHUN
Penemuan artefak dari era Perang Revolusi menawarkan gambaran menarik tentang peristiwa yang membentuk Amerika. Misalnya, bola musket Perang Revolusi tertutup yang dibuat dari gambar Raja George III terbalik yang terkenal baru-baru ini dipajang di Museum Revolusi Amerika.
Awal bulan ini, pisau era Perang Revolusi ditemukan selama penggalian arkeologi di Colonial Michilimackinac di Mackinaw City, Michigan, yang terbaru dari serangkaian penemuan menakjubkan di situs tersebut.
Ikuti James Rogers di Twitter @jamesjrogers