Kolagen cair: Apakah ini ‘sumber awet muda’?

Obat untuk penuaan! Setiap generasi dan setiap kebudayaan tampaknya memilikinya. Bangsa Romawi kuno mandi dengan kotoran buaya agar tetap awet muda, dan beberapa wanita malang di era Victoria mengoleskan merkuri langsung ke wajah mereka untuk menghilangkan kerutan dan noda (penyakit hawar). Saat ini, para selebriti mendorong para wanita untuk mengoleskan lintah, plasenta, dan bahkan darah mereka sendiri di wajah mereka untuk mencegah penuaan. Setiap orang mencari cara untuk memutar balik waktu dan menjaga kulit tetap halus, montok, dan elastis seiring bertambahnya usia. Kini ilmu pengetahuan modern sedang mengalami perubahan.

APAKAH MAKEUP PERMANEN AMAN?

Di abad ke-21, kita tidak perlu bertanya-tanya apa yang membuat kulit tampak awet muda dan mengapa kulit menua. Kita tahu bahwa kolagen, protein paling melimpah di tubuh kita, memberikan struktur dan elastisitas pada kulit. Hal ini terutama ditemukan di rambut, kuku, otot, tendon, tulang dan kulit. Sejak usia 30 tahun, kolagen mulai terurai lebih cepat daripada yang digantikannya, dan kulit kita perlahan-lahan kehilangan elastisitas, kekencangan, dan kelembapan seiring bertambahnya usia.

Kolagen untuk kosmetik biasanya diperoleh dari hewan seperti ikan, dan merupakan bahan yang populer dalam krim anti penuaan. Banyak orang menyukai krim kolagen, namun beberapa dokter kulit ragu dengan kemampuan kolagen untuk menembus kulit cukup dalam sehingga memberikan dampak yang bertahan lama. Minuman kolagen cair diklaim dapat meningkatkan produksi kolagen dari dalam.

BAHAYA ‘HIDRAT’ DENGAN MINUMAN ENERGI

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana kolagen dapat berpindah dari usus ke wajah Anda, Anda berhak skeptis. Ternyata tidak, dan itu sebenarnya bukan dasar klaim kolagen cair. Sebaliknya, mereka menyarankan bahwa saat tubuh mencerna molekul kolagen dan memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, tubuh Anda mengenali potongan-potongan kolagen dalam sistem Anda dan mengira pasti ada kerusakan besar, mungkin cedera, dan tubuh meresponsnya dengan meningkatkan produksi kolagen alami Anda.

Klaim tersebut terdengar masuk akal, namun apakah didukung oleh penelitian? Sebuah studi yang didanai oleh pembuat Pure Gold Collagen menemukan bahwa suplementasi harian dengan 50ml produk mereka mengurangi kekeringan dan kerutan dalam 60 hari serta meningkatkan kepadatan kolagen dan kekencangan kulit selama 12 minggu. Kita seharusnya sedikit curiga terhadap penelitian yang didanai oleh perusahaan yang mencoba menjual produk kepada kita, namun dua penelitian berkualitas tinggi lainnya mendukung temuan mereka. Artikel tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Dermatology menemukan bahwa suplementasi kolagen membantu menghidrasi kulit setelah 8 minggu dan meningkatkan kepadatan kolagen hanya dalam waktu 4 minggu, dan artikel tahun 2013 di Farmakologi dan Fisiologi Kulit hanya menemukan sedikit peningkatan pada kelembapan kulit namun terdapat peningkatan signifikan dalam elastisitas dengan suplemen kolagen.

RUMAH SAKIT SYDNEY LARANG PENGGUNAAN SNAPCHAT SEBAGAI ALAT PEMASARAN OLEH Ahli Bedah

Penelitian sejauh ini mengesankan, dan tidak banyak masalah keamanan yang serius. Risiko terbesar adalah reaksi alergi. Jika Anda alergi terhadap ikan, Anda mungkin mengalami reaksi terhadap peptida kolagen yang berasal dari ikan, dan masalah alergi yang sama juga terjadi pada peptida kolagen yang berasal dari daging sapi, babi, dan kerang. Jika Anda memiliki alergi makanan, selalu periksa kosmetik atau suplemen Anda untuk mengetahui bahan-bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Efek samping lainnya mungkin termasuk sakit perut, penurunan nafsu makan atau rasa tidak enak (terutama yang berhubungan dengan produk turunan ikan).

Kerugian terbesar dari suplemen kolagen bagi sebagian besar konsumen adalah biayanya. Merek yang lebih murah mungkin mengandung jenis kolagen yang belum diteliti dengan baik, dan merek ternama mungkin berharga lebih dari $100 untuk persediaan sebulan. Anda mungkin tergoda untuk membeli paket campuran minuman seharga $10 di toko obat setempat, tetapi jika Anda membeli produk dengan bahan-bahan yang belum diteliti, Anda bisa membuang $10 Anda. Para peneliti belum memahami mengapa beberapa suplemen kolagen lebih efektif dibandingkan yang lain dan belum meneliti semua jenis kolagen yang tersedia di toko. Meskipun suplemen kolagen dianggap aman, selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menambahkan suplemen apa pun ke dalam makanan Anda.

Artikel ini dulu muncul di AskDrManny.com.

Situs Judi Online