Kunjungan patriark Rusia ke ratu menimbulkan beberapa keluhan

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia memulai kunjungan empat hari ke Inggris pada hari Sabtu yang mencakup audiensi dengan Ratu Elizabeth II, namun kunjungannya menuai sejumlah penolakan karena dukungan kuat dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Patriark Kirill diperkirakan berada di London untuk memperingati 300 tahun berdirinya Gereja Ortodoks Rusia di Inggris. Tujuan utama perjalanannya adalah untuk bertemu dengan jemaahnya, namun ia juga akan mengunjungi Uskup Agung Canterbury Justin Welby dan menemui Ratu di Istana Buckingham.

Kunjungan tersebut akan menjadikan Kirill sebagai patriark Gereja Ortodoks Rusia pertama yang mengunjungi Inggris. Ia akan mengadakan sejumlah kebaktian doa dan pemberkatan di berbagai situs Ortodoks Rusia.

Audiensi dengan Ratu diwawancarai pada saat hubungan Inggris-Rusia sedang tegang karena perbedaan pendapat mengenai tindakan Rusia di Suriah dan Ukraina.

Kirill, sekutu dekat Putin, mengatakan bahwa peran Rusia di Suriah “sangat jujur ​​dan terhormat.”

Anggota parlemen Partai Buruh John Woodcock, yang aktif di komite pertahanan partainya, mengatakan “sangat mengkhawatirkan” jika seseorang yang dekat dengan Putin mendapat perlakuan karpet merah di Istana Buckingham pada saat Rusia mendukung “rezim pembunuh Suriah”.

Beberapa pihak khawatir pertemuan Kirill dengan ratu akan digunakan untuk mendongkrak Putin di Rusia. Anggota parlemen dari Partai Buruh, Alison McGovern, mengatakan bahwa memberikan kesempatan humas kepada salah satu sekutu terpenting Presiden Putin adalah tindakan yang salah.

Di Rusia, juru bicara gereja Metropolitan Hilarion mengatakan kepada kantor berita negara RIA Novosti bahwa kunjungan Kirill akan memperkuat “rasa saling percaya” antara kedua negara. Hilarion mengakui hubungan kedua negara “telah melewati masa-masa sulit dalam beberapa tahun terakhir” namun menyebutkan adanya kerja sama pada periode sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada parlemen pada hari Selasa bahwa Rusia berisiko menjadi “negara paria” karena posisinya di Suriah. Moskow membantah menyerang sasaran sipil di Suriah.

___

Penulis Associated Press Jim Heintz di Moskow berkontribusi pada laporan ini.

link demo slot