Laporan pengerahan pasukan Inggris ke Bagdad
Pasukan Inggris dapat dipindahkan ke Bagdad (Mencari) untuk memberikan perlindungan bagi pasukan AS saat mereka terlibat dalam operasi ofensif melawan pemberontak Fallujah (Mencari) dan tempat lain di negara ini, laporan media mengatakan pada hari Sabtu.
Langkah ini merupakan yang pertama kalinya pasukan Inggris dikerahkan di luar Irak selatan.
Kementerian Pertahanan membenarkan pihaknya sedang membahas pengerahan pasukan koalisi di Irak dengan pemerintah sementara negara itu dan pejabat AS, namun mengatakan belum ada keputusan yang diambil.
Surat kabar Times mengatakan para perwira dari resimen Black Watch Inggris yang saat ini bertugas di Basra, sebuah kota yang relatif damai di Irak selatan, telah memberi tahu pasukan mereka tentang kemungkinan perpindahan ke Bagdad.
TV BBC (Mencari) mengatakan bahwa sekitar 650 tentara dari resimen tersebut akan dikirim ke segitiga Sunni di sekitar Bagdad, tempat sebagian besar serangan terhadap pasukan internasional terjadi. Dikatakan bahwa pasukan Inggris akan berada di bawah komando dan aturan keterlibatan AS.
Para komandan AS mengatakan mereka bisa melancarkan serangan untuk menumpas pemberontak yang telah menguasai Fallujah dan kota-kota lain di Segitiga Sunni. Para militan telah memperkuat kekuasaan mereka di Fallujah sejak Marinir AS menarik diri dari pengepungan berdarah selama tiga minggu pada bulan April yang bertujuan untuk merebut kendali kota tersebut.
Laporan media mengatakan bahwa pasukan Inggris akan dikerahkan untuk menggantikan pasukan Amerika yang akan mengambil bagian dalam serangan baru.
Nicholas Soames, juru bicara pertahanan dari oposisi Partai Konservatif, menuntut pernyataan yang jelas dari Kementerian Pertahanan.
Soames mengatakan para komandan Inggris harus lebih terlibat dalam perencanaan keamanan jika Inggris ingin mengambil peran lebih besar di Irak.
“Konsep pemeliharaan perdamaian adalah sesuatu yang asing bagi teman-teman Amerika kita. Mereka tidak menggunakan taktik yang sama seperti kita dan itu urusan mereka,” katanya kepada program BBC Radio 4 Today.
Robin Cook, yang mengundurkan diri dari kabinet Blair sebagai protes terhadap perang tersebut, mengatakan bahwa pasukan Inggris yang dikerahkan di sektor AS mungkin terkait dengan taktik lebih agresif yang digunakan oleh Amerika.
“Inggris telah menghabiskan waktu satu tahun untuk mencoba dengan sia-sia membujuk pasukan Amerika agar menunjukkan sikap menahan diri yang sama seperti pasukan kami, yang sebagai hasilnya telah mendapatkan banyak dukungan lokal,” katanya.
“Terakhir kali pasukan AS menyerang Fallujah, mereka menyebabkan 1.000 warga sipil tewas dan kekacauan di seluruh Irak karena taktik kekerasan mereka,” katanya. “Ada bahaya jika Inggris melepaskan pasukan Amerika untuk serangan berikutnya, kita bisa dianggap bertanggung jawab oleh rakyat Irak atas apa yang terjadi pada penduduk Fallujah.”