Lihat: Perdana Menteri Inggris dari Thatcher hingga Mei
LONDON – Perdana Menteri Inggris, Theresa May, pada hari Selasa menyerukan pemilihan umum awal diadakan pada 8 Juni.
Berikut sekilas tentang May dan lima pendahulunya yang terbaru:
___
THERESA MUNGKIN
Konservatif: 2016-
May mengambil alih kekuasaan setelah pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa pada Juni tahun lalu menyusul pengunduran diri mantan pemimpin Uni Eropa David Cameron, yang berkampanye untuk tetap menjadi anggota Uni Eropa. Keputusannya pada hari Selasa untuk mengadakan pemilu dini mencerminkan upayanya untuk memperkuat basis kekuasaannya menjelang negosiasi Brexit yang sulit di masa depan. Bulan lalu, May sebelumnya memicu proses dua tahun dimana Inggris akan meninggalkan UE.
___
DAVID KAMERON
Konservatif: 2010-2016
Meskipun Partai Konservatif yang dipimpinnya gagal memenangkan pemilihan umum tahun 2010, Cameron memimpin pemerintahan koalisi dengan Partai Demokrat Liberal yang jauh lebih kecil yang menerapkan penghematan fiskal yang dirancang untuk memperbaiki keuangan publik Inggris setelah krisis keuangan global.
Namun, warisannya adalah keputusannya untuk mengadakan referendum mengenai keanggotaan Inggris di UE yang memungkinkan terjadinya Brexit. Cameron, yang menjanjikan referendum dalam manifesto pemilu partainya tahun 2015, berkampanye agar Inggris tetap menjadi bagian dari UE. Dia mengundurkan diri ketika negara itu memilih untuk keluar.
___
GORDON BROWN
Ketenagakerjaan: 2007-2010
Setelah 10 tahun menjabat sebagai menteri keuangan negara tersebut, masa jabatan Brown sebagai perdana menteri akan selalu ditandai dengan krisis keuangan global dan resesi yang mengikutinya. Dia memberikan dana talangan kepada bank-bank Inggris dan pada bulan April 2009 dia menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Kelompok 20 di London di mana para pemimpin dunia menjanjikan $1,1 triliun untuk membantu perekonomian global melewati krisis ini. Mereka juga berjanji untuk meningkatkan pengawasan dan regulasi keuangan. Berbeda dengan May, Brown gagal mengadakan pemilihan umum cepat untuk mendapatkan mandatnya sendiri setelah pengunduran diri Blair.
___
TONY BLAIR
Tenaga Kerja: 1997-2007
Momen penentu Blair terjadi setelah serangan 11 September di AS. Keputusannya untuk mendukung Presiden George W. Bush dalam Perang Irak sangat kontroversial, sebagian karena alasan perang didasarkan pada gagasan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Ketika tidak ada satupun yang ditemukan, Blair menghadapi kritik luas dan popularitasnya, yang membuatnya memimpin Partai Buruh meraih tiga kemenangan pemilu berturut-turut, terkikis.
___
JOHN MAYOR
Konservatif: 1990-1997
Major meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilu tahun 1992 saat menghadapi resesi, namun partainya segera terlibat pertikaian mengenai posisi Inggris di Eropa. Pemerintahannya paling dikenang atas apa yang tidak dilakukannya: bergabung dengan mata uang euro. Ia juga memainkan peran penting dalam memulai proses perdamaian di Irlandia Utara.
___
MARGARET ITU
Konservatif: 1979-1990
Thatcher adalah Perdana Menteri wanita Inggris pertama dan pemimpin terlama di negara itu selama lebih dari 150 tahun. Dia memperkuat reputasinya dengan memimpin negara berperang melawan Argentina untuk merebut kembali Kepulauan Falkland. Pemerintahannya menjalankan program privatisasi dan deregulasi radikal yang mengubah negaranya secara signifikan. Terkemuka secara internasional, ia dikenal karena hubungan persahabatannya dengan Presiden Ronald Reagan dan pujian dari pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.