Makanan Mengatasi Peradangan | Berita Rubah

Peradangan adalah bagian dari respon imun tubuh yang membantu kita menyembuhkan. Inilah yang terjadi ketika Anda terkena serpihan dan seluruh area menjadi merah dan sedikit bengkak – ini adalah sistem kekebalan tubuh Anda yang bekerja membantu melawan virus atau bakteri apa pun yang mungkin masuk, dan itu adalah hal yang baik.

Namun bila peradangan berlangsung terus-menerus atau tidak terkendali, hal itu dapat merusak tubuh. Meskipun para ahli selalu berpikir bahwa apa pun yang berakhir dengan “peradangan” berarti peradangan yang sedang berlangsung—seperti radang sendi atau radang usus buntu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sejumlah besar penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker tertentu, dan mungkin penyakit Alzheimer, mungkin juga disebabkan oleh peradangan kronis. Bantulah tubuh Anda dengan memasukkan makanan anti-inflamasi berikut ke dalam diet Anda.

Jus jeruk: Meskipun jus hijau telah menjadi pusat perhatian akhir-akhir ini, jus jeruk kesayangan Amerika tidak boleh diabaikan dalam hal melawan peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa segelas jus jeruk 100 persen dapat membantu mengurangi peradangan mengingat kandungan nutrisi keseluruhan dan flavonoid, hesperidin, yang dikandungnya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Nutrisi Klinis Amerika menemukan bahwa mengonsumsi 100 persen jus jeruk dengan makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat membantu mengurangi penanda peradangan lebih baik daripada air saja, atau air dengan tambahan gula untuk menyamai jumlah kalori dalam jus jeruk. Mengurangi peradangan dengan jus jeruk 100 persen juga dapat membantu mendukung kesehatan jantung dan sirkulasi, serta meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.

Minyak zaitun murni: bahan pokok diet Mediterania, minyak zaitun adalah cara yang bagus untuk menambahkan tindakan anti-inflamasi pada makanan favorit Anda. Tinjauan terhadap senyawa dalam minyak zaitun menemukan bahwa senyawa tersebut bekerja pada berbagai penanda peradangan dalam tubuh. Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa banyak manfaat kesehatan dari diet Mediterania mungkin sebagian besar disebabkan oleh penggunaan minyak zaitun secara berlebihan, terutama jenis minyak zaitun extra-virgin. Menambahkan sedikit lemak ke sayuran Anda juga akan membantu Anda menyerap vitamin tertentu (yang larut dalam lemak) dengan lebih baik, jadi cobalah menambahkan sedikit minyak zaitun ke paprika panggang dan bawang bombay untuk lauk padat nutrisi.

Blueberry: Meskipun semua orang pernah mendengar tentang blueberry, Anda mungkin tidak mengetahui senyawa yang bertanggung jawab atas warna namanya: antosianin. Senyawa nabati (atau polifenol) yang bermanfaat ini dianggap bertanggung jawab atas banyak efek positif blueberry dalam makanan. Blueberry juga merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan serta penyembuhan luka. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan, membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Satu cangkir blueberry menyediakan hampir 25% dari nilai harian vitamin C Anda.

Lebih lanjut tentang ini…

Biji-bijian utuh: Mulailah hari Anda dengan memasukkan biji-bijian utuh untuk sarapan, bukan biji-bijian olahan, seperti roti putih atau sereal manis. Sebuah penelitian terhadap 80 peserta yang mengalami obesitas menemukan bahwa mereka yang makan sereal gandum utuh selama penelitian 8 minggu menunjukkan penurunan penanda peradangan dalam tubuh. Para peneliti berpendapat salah satu alasan manfaat anti-inflamasi
adalah biji-bijian utuh memiliki lebih banyak serat dibandingkan biji-bijian olahan, dan serat telah terbukti mengurangi penanda peradangan dalam darah. Carilah makanan yang mengandung gandum utuh (seperti gandum utuh atau oat utuh) sebagai bahan pertama untuk memastikan Anda mendapatkan manfaatnya.

Sayuran kucifer: Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya sayuran (seperti brokoli, kembang kol, bok choy, dan kubis Brussel) dapat membantu mengurangi peradangan pada sistem Anda. Sebuah penelitian yang mengamati asupan makanan lebih dari 1.000 wanita menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi banyak sayuran cruciferous memiliki tingkat penanda peradangan yang lebih rendah. Sayuran kucifer, serta sayuran berdaun hijau tua, juga cenderung memiliki konsentrasi vitamin dan mineral yang lebih tinggi—seperti kalsium, zat besi, dan fitokimia pelawan penyakit. Karena dapat menyebabkan gas usus, jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi sayuran jenis ini, mulailah menambahkan porsi setiap minggunya agar tubuh Anda memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

Tomat dan produk tomat: Tomat merah yang berair sangat kaya akan likopen (senyawa nabati sehat yang memberi warna merah pada buah dan sayuran), yang telah terbukti mengurangi peradangan di paru-paru dan seluruh tubuh. Tomat yang dimasak mengandung lebih banyak likopen dibandingkan tomat mentah, jadi saus tomat dan sup tomat juga bisa digunakan. Bahkan saus tomat pun mengandung likopen. Selain itu, penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan bahwa konsumsi jus tomat juga bermanfaat.

Pengungkapan: Patricia Bannan, MS, RDN bekerja dengan Florida Department of Citrus untuk membantu masyarakat membuat pilihan makanan sehat.

slot demo