Meksiko berterima kasih kepada AS karena memenangkan sepak bola, mempunyai satu kesempatan terakhir untuk mencapai Piala Dunia
KOTA MEKSIKO – Tim sepak bola Amerika mendapatkan cinta dari tempat yang paling tidak diduga: penggemar olahraga Meksiko.
Surat kabar Meksiko memuat berita utama pada hari Rabu yang berbunyi “Kami mencintaimu” dan “Terima kasih, AS” setelah AS mempertahankan harapan Meksiko untuk lolos ke kualifikasi Piala Dunia dengan kemenangan 3-2 atas Panama.
Meksiko dan Amerika biasanya merupakan rival yang sengit. Perasaan begitu kuat di Meksiko sehingga para penggemar meneriakkan nama Osama bin Laden ketika Star Spangled Banner bermain di pertandingan kualifikasi Olimpiade 2004.
Meksiko kalah dalam pertandingan Selasa 2-1 melawan Kosta Rika. Seandainya Panama mempertahankan keunggulannya dan mengalahkan Amerika Serikat, Meksiko akan tersingkir dari babak kualifikasi Piala Dunia. Namun AS mencetak dua gol di menit-menit akhir pertandingan untuk unggul.
Dengan mengalahkan Panama, AS membuat tim Amerika Tengah tidak bisa berangkat ke Brasil dan menempatkan Meksiko di babak playoff melawan Selandia Baru untuk mendapatkan kesempatan lolos ke Piala Dunia 2014.
Meksiko akan menjadi tuan rumah leg pertama pada 13 atau 14 November dan melawan Selandia Baru pada 20 November. Tim Meksiko telah mencapai setiap Piala Dunia sejak mereka didiskualifikasi dari turnamen tahun 1990 karena menggunakan pemain tua di acara remaja, namun mereka pasti akan menghentikannya kali ini.
Gol Brian Ruiz di babak pertama dan Alvaro Saborio di babak kedua memberi kemenangan bagi Kosta Rika. Ticos telah lolos ke Brasil 2014 dan menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat pada putaran tersebut.
Oribe Peralta mencetak gol pada menit ke-29 untuk Meksiko, yang hanya memenangkan dua pertandingan dari 10 pertandingan final. Salah satu kemenangan itu terjadi Jumat malam lalu melawan Panama di pertandingan pertama pelatih baru Victor Manuel Vucetich, dan itulah pembeda bagi El Tri.
“Kami pikir kami keluar,” kata Peralta.
Namun, Meksiko akan kesulitan untuk mengalahkan Kiwi dan mencapai Brasil, terutama jika mereka tidak dapat melakukan serangan. Dalam 10 pertandingan, Meksiko mencetak tujuh gol.
“Kami harus melakukan refleksi, dan kami harus melakukan segala yang diperlukan untuk mencapai Piala Dunia,” tambah Peralta. “Segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan kita.”
Ruiz membuat Kosta Rika unggul dengan gerakan briliannya, mengarahkan bola ke dirinya sendiri di area penalti, lalu menjentikkan kaki kirinya untuk melepaskan tembakan dari jarak 12 yard yang tidak bisa dihentikan oleh kiper Guillermo Ochoa.
Namun empat menit kemudian, Meksiko mencetak gol. Javier “Chicharito” Hernández melepaskan diri dan hendak memasukkan bola ke gawang ketika kiper Keylor Navas nyaris gagal melakukannya. Namun bola langsung mengarah ke Peralta yang mengirimkannya ke kandang tak dijaga.
Dengan hujan yang turun hampir sepanjang babak kedua, terutama di akhir pertandingan, masing-masing tim berusaha keras untuk mencetak gol lagi. Kosta Rika berhasil melakukannya, menempatkan Meksiko di ambang eliminasi, ketika Saborio tertinggal sendirian di depan gawang untuk memaksa membalas umpan dari sayap kanan dari Christian Gamboa.
El Tri berusaha menyamakan kedudukan, tidak dapat menemukannya, namun ironisnya, diselamatkan oleh reli Amerika di Panama.
Berdasarkan pemberitaan The Associated Press.
Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino