Mengapa Anda harus memperhatikan asupan garam Anda

Orang Amerika menyukai garam. Ini menambah rasa pada makanan, mengawetkan makanan yang mudah rusak dan menyeimbangkan kadar air dan elektrolit dalam tubuh. Sayangnya, kebanyakan orang mengonsumsi terlalu banyak garam dari makanan olahan. Dengan melakukan hal ini, mereka membahayakan kesehatan mereka dengan lebih dari satu cara.

Baik profesional kesehatan maupun pemimpin industri makanan menyadari perlunya menurunkan asupan garam di Amerika. Rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 3.300 miligram garam setiap hari, dan sekitar 75 persen asupan tersebut berasal dari makanan olahan. Sebaliknya, Food and Drug Administration merekomendasikan maksimal 2.300 miligram garam per hari.

PENGOBATAN PENYAKIT KRONIS DENGAN OLAHRAGA

Faktanya, masyarakat sebaiknya mengganti asupan natrium dengan kalium. Untuk potasium, orang dewasa harus mengonsumsi 4.700 miligram, dan mengonsumsi makanan kaya potasium seperti pisang, bayam, lentil, dan tomat. Kebanyakan orang Amerika hanya mengonsumsi sekitar 60 persen potasium yang direkomendasikan, yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan tekanan lebih lanjut pada pembuluh darah.

Update: Pedoman Asupan Garam

Baru-baru ini, FDA mengeluarkan a gerakan sukarela bagi perusahaan makanan untuk mengurangi jumlah garam dalam makanan. Di dunia yang serba cepat ini, orang menginginkan makanan enak, namun mereka tetap perlu mengontrol asupan natrium.

Pedoman sukarela baru FDA akan memberikan target bersama bagi perusahaan makanan yang terlibat, yaitu menurunkan asupan garam konsumen secara nasional. Banyak perusahaan telah memulai upaya ke arah ini, dan pelanggan berterima kasih kepada mereka. Bahkan konsumen dapat mengikuti gerakan ini dan berjanji untuk mengurangi jumlah garam yang mereka konsumsi setiap hari.

DI DALAM DEBAT TENTANG SESI KANKER PAYUDARA

Selain pedoman FDA yang baru, para peneliti mengubah pandangan mereka tentang efek garam terhadap tubuh. Selama penelitiannya, para peneliti menguji dua kelompok yang terdiri dari 10 pria dengan menempatkan mereka di lingkungan terkendali selama lebih dari 100 hari. Para pria tersebut mengonsumsi makanan yang persis sama kecuali kadar garamnya.

Yang mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa pria yang makan lebih banyak garam justru minum lebih sedikit cairan. Garam menyebabkan ginjal mereka menahan air dalam tubuh dan memproduksi urea. Proses ini justru meningkatkan rasa lapar para pria, bukannya rasa haus. Penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang yang menjalani diet tinggi sodium dan makanan olahan dapat secara signifikan meningkatkan risiko makan berlebihan karena meningkatnya rasa lapar.

Pengaruh natrium pada tubuh

Banyak orang tidak menyadari dampak negatif besar dari pola makan tinggi natrium terhadap kesehatan mereka. Terlalu banyak garam memberi tekanan pada banyak fungsi tubuh, termasuk membersihkan aliran darah dan memompa darah ke seluruh tubuh.

Ketika tubuh mendapat terlalu banyak natrium, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kadar natrium yang aman dalam darah, sehingga memberikan tekanan pada ginjal. Pada saat yang sama, tubuh menahan lebih banyak cairan, yang menyebabkan peningkatan volume darah.

Pada gilirannya, jantung harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah yang meningkat ke seluruh tubuh. Akhirnya, dinding arteri seseorang menebal untuk mengatasi peningkatan tekanan darah, menyebabkan arteri menyempit dan meningkatkan tekanan pada sistem peredaran darah.

Risiko kesehatan garam

Jika seseorang rutin mengonsumsi terlalu banyak garam, maka ia berisiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Menurut sebuah perkiraan, jika orang Amerika mengurangi asupan garam mereka menjadi hanya 1.500 miligram per hari, kasus tekanan darah tinggi di Amerika akan turun sebesar 25 persen. Karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terbesar penyakit jantung, Amerika juga akan mengurangi jumlah serangan jantung secara keseluruhan.

ANTI-DEPRESAN DAN KEHAMILAN ANDA

Selain hipertensi dan penyakit jantung, pola makan tinggi natrium juga bisa menyebabkan osteoporosis. Kandungan garam yang tinggi menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak kalsium saat buang air kecil. Jika seseorang tidak mengonsumsi cukup kalsium untuk menggantikan kalsium yang hilang, tubuh akan mulai menarik simpanan kalsium dari tulang, sehingga membuatnya lemah.

Selanjutnya, garam juga dapat merusak lapisan lambung sehingga menimbulkan luka jika dikonsumsi terlalu banyak. Lesi ini bisa berubah menjadi kanker perut jika tidak diobati. Terakhir, stres akibat diet tinggi garam pada ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal.

Meskipun garam memang memberikan sejumlah nilai gizi, kebanyakan orang Amerika mengonsumsinya terlalu banyak. Penelitian terbaru bahkan mungkin mengaitkan pola makan tinggi natrium dengan peningkatan rasa lapar, yang berpotensi menyebabkan penambahan berat badan, dan risiko kesehatan lainnya. Orang Amerika harus fokus pada pola makan menyeluruh dengan lebih banyak buah dan sayuran serta mengurangi asupan garam untuk meningkatkan kesehatan.

Artikel ini pertama kali muncul di AskDrManny.com.

sbobetsbobet88judi bola