Meraba-raba dalam penerbangan di atas kapal Alaska Airlines akan diadili oleh wanita di Oregon
Heidi McKinney, 8 Mei 2016 (Kantor Sheriff Kabupaten Multnomah)
Seorang wanita Oregon kemungkinan akan menerima masa percobaan 3 tahun setelah dia menyelundupkan minuman keras ke dalam pesawat komersial dan menjilat serta meraba-raba sesama penumpang tahun lalu, menurut dokumen pengadilan.
Heidi McKinney, 27, dari pinggiran kota Portland, ditangkap pada 8 Mei 2016, setelah penerbangan Alaska Airlines dari Las Vegas mendarat di Bandara Internasional Portland. Saat itu, korban mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia telah disentuh di bagian dada dan alat kelamin oleh penumpang perempuan lainnya.
(Heidi McKinney, Facebook)
Dewan juri federal awalnya mendakwa McKinney atas tuduhan kontak seksual yang melecehkan. Dia akhirnya mengaku bersalah pada bulan Maret karena melakukan penyerangan dengan maksud untuk melakukan kejahatan dan akan dijatuhi hukuman Senin sore di Pengadilan Distrik AS, lapor KOIN-TV.
“Nona McKinney melakukan ini dengan maksud untuk mempermalukan dan melecehkan korban,” kata Asisten Jaksa AS Ravi Sinha pada bulan Maret di Pengadilan Distrik AS di Portland. “(Dia) melakukan kontak dengan tubuh korban, termasuk paha bagian dalam, dan melontarkan serangkaian pernyataan cabul dan mesum kepada korban.”
Tak lama setelah mengajukan pembelaan pada bulan Maret, McKinney ditemukan tidak sadarkan diri dan mabuk di bar setempat, menurut dokumen pengadilan yang diperoleh KOIN. Pemain berusia 27 tahun itu akhirnya menyelesaikan program perawatan rawat inap pada bulan Juni.

Sebuah pesawat Alaska Airlines didorong menjauh dari gerbang Bandara SeaTac di SeaTac, Washington. (Foto AP/David Zalubowski)
Pada saat kejadian Mei 2016, dokumen pengadilan mengatakan McKinney pertama-tama duduk di barisan korban dan meletakkan tangannya di dada penumpang wanita, “membiarkan tangannya berlama-lama di sana dengan tidak nyaman.”
Usai pesawat lepas landas dari Las Vegas, jaksa menyebut McKinney menekan korban untuk meminum minuman keras yang diselundupkan ke dalam pesawat, lalu membuang botol tersebut ke pangkuan korban. Wanita berusia 27 tahun itu mulai menjilati telinga korban, menurut dokumen pengadilan, sebelum meraih tangannya dan mencoba meletakkan tangannya di selangkangan korban sebanyak 3 kali secara terpisah.
Cerita terkait…
Pelecehan fisik tersebut mencapai puncaknya dengan McKinney “memanjat ke atas korban dan memberi tahu korban bahwa dia ingin (dihapus),” menurut dokumen pengadilan yang diperoleh KOIN.
Jaksa mengatakan korban masih “sangat trauma” dengan agresi yang tidak beralasan tersebut, dan akan menderita akibat penyerangan tersebut selama sisa hidupnya.
Dokumen pengadilan sebelumnya yang diperoleh The Associated Press menunjukkan McKinney dihukum karena mengemudi dalam keadaan mabuk pada tahun 2008 dan 2015. Tunangannya mengatakan kepada petugas penjara setelah kecelakaan pesawat bahwa McKinney tidak memetabolisme alkohol seperti kebanyakan orang dan “itulah yang terjadi,” menurut catatan.
Associated Press berkontribusi pada laporan ini.
Baca lebih lanjut tentang KOIN.