Negara-negara kepulauan Pasifik menyerukan laporan PBB mengenai pelanggaran HAM di Papua
JAKARTA, Indonesia – Tujuh negara kepulauan Pasifik telah menyerukan penyelidikan PBB atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Papua Barat dan Papua, di mana gerakan separatis telah berkobar selama beberapa dekade.
Pernyataan pada sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, yang dibacakan atas nama tujuh negara oleh Menteri Kehakiman Vanuatu Ronald Warsal, menuduh Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap penduduk asli Papua, termasuk eksekusi di luar hukum terhadap para aktivis dan pemukulan serta penembakan fatal terhadap pengunjuk rasa damai.
Pernyataan tersebut meminta dewan untuk meminta laporan komprehensif dari komisaris tinggi hak asasi manusia dan kerja sama Indonesia untuk memberikan akses tanpa hambatan ke kedua provinsi tersebut, yang secara kolektif disebut oleh para pendukung kemerdekaan sebagai Papua Barat.
Para pemimpin dari kepulauan Pasifik membuat marah Indonesia tahun lalu ketika mereka menggunakan pidato mereka di Majelis Umum PBB untuk mengkritik pemerintahan Indonesia di Papua Barat. Jakarta menuduh mereka mengganggu kedaulatan Indonesia dan mendukung kelompok yang melakukan serangan bersenjata.
Warsal, yang berbicara atas nama Vanuatu, Tonga, Palau, Tuvalu, Kepulauan Marshall, Nauru dan Kepulauan Solomon, mengatakan mereka juga ingin menyoroti kebijakan Indonesia yang mendorong migrasi orang Jawa dan kelompok etnis lainnya, yang telah menyebabkan kelebihan populasi penduduk asli Papua di negara mereka sendiri.
Pemerintah Indonesia “tidak mampu membendung atau menghentikan pelanggaran yang berulang dan meluas ini,” katanya. “Pemerintah tersebut juga gagal memberikan keadilan bagi para korban.”
Penjajah Belanda di kepulauan Indonesia menguasai Papua Barat ketika Indonesia merdeka setelah Perang Dunia II. Negara ini menjadi bagian dari Indonesia setelah referendum yang diawasi PBB pada tahun 1969 yang hanya melibatkan sebagian kecil penduduk dan dikritik sebagai sebuah penipuan. Pendukung kemerdekaan menginginkan referendum kedua.
Penduduk asli di dua provinsi Papua, yang terletak di bagian barat pulau New Guinea, secara etnis adalah orang Melanesia dan secara budaya berbeda dari wilayah lain di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Papua Barat adalah rumah bagi tambang emas terbesar di dunia berdasarkan cadangannya, salah satu tambang tembaga terbesar di dunia dan kawasan hutan perawan yang luas. Pemerintah bersikukuh bahwa Indonesia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negara Indonesia dan kemungkinan besar tidak akan memberikan konsesi apa pun kepada kelompok separatis karena khawatir hal ini akan menyulut kembali gerakan kemerdekaan yang sudah tidak aktif lagi.