Pemandangan dari sebuah kota yang dikepung di Kashmir yang dikuasai India

Pemandangan dari sebuah kota yang dikepung di Kashmir yang dikuasai India

Di Kashmir yang dikuasai India, di mana kekerasan telah terjadi dalam siklus yang suram selama lebih dari dua dekade, masyarakat tahu apa yang akan terjadi ketika kemarahan meningkat.

Para pemuda yang marah melempar batu dan berteriak agar pemerintahan India diakhiri. Tindakan keras ini terjadi dengan cepat, ketika tentara paramiliter India turun ke jalan. Kemudian penembakan dimulai, rumah sakit menjadi penuh sesak dan pengepungan pun dimulai.

Serentetan kekerasan yang terjadi baru-baru ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, menewaskan sekitar 50 orang sejak 8 Juli. Kekerasan ini dimulai bulan lalu setelah tentara India membunuh Burhan Wani, seorang pemberontak karismatik berusia 22 tahun yang menarik banyak pengikutnya dengan menggunakan alat seusianya, yaitu media sosial.

Setelah kematian Wani, Srinagar, kota terbesar di negara bagian Jammu dan Kashmir, India, menjadi kota hantu.

Kelompok separatis menyerukan pemogokan umum untuk menutup kota dan menyerukan demonstrasi massal di jalan-jalan. Pihak berwenang India menanggapinya dengan memberlakukan jam malam dan mengerahkan banyak tentara.

Beginilah penampakan Kashmir saat dikepung.

___

PENGECUALIAN, teguran, dan pemadaman listrik

Selama pemogokan umum, kelompok separatis Kashmir bersikeras bahwa semua bisnis, kecuali yang menjual kebutuhan pokok, tetap tutup sebagai tanda solidaritas. Toko-toko yang menentang pemogokan sering kali menghadapi tindakan pembalasan.

Di Srinagar, warga bergegas membeli roti dan sayur-sayuran di pagi hari, sebelum pasukan India dikerahkan untuk jam malam sepanjang hari.

Srinagar, yang terkenal dengan semaraknya, kini menjadi jalanan kosong, toko-toko tutup, dan kawat berduri.

Pertemuan sosial menunggu sampai malam, kecuali kelompok separatis menyerukan pemadaman listrik. Dalam hal ini, semua orang harus mematikan lampu.

___

BENDERA

Dalam konflik global apa pun, bendera merupakan sinyal penting dukungan politik.

Bendera Islam berwarna hijau yang menghiasi bangunan Srinagar merupakan pengingat bahwa Islam telah berakar di sini sejak abad ke-14, ketika seorang misionaris sufi yang dikenal sebagai Bulbul Shah tiba di lembah tersebut.

Kashmir, wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, terbagi antara India dan Pakistan, namun kedua negara mengklaim wilayah tersebut secara keseluruhan. Kedua pihak yang bersaing telah berperang dua kali untuk menguasai Kashmir sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947.

Bendera Pakistan dan bendera milisi lokal dikibarkan dan dikibarkan di jalan-jalan. Bendera India berkibar di gedung-gedung pemerintah dan kamp militer.

___

PIDATO, LAMA DAN BARU

“Azadi,” sebuah kata Kashmir untuk kebebasan, dan “India akan pulang!” adalah slogan-slogan lama.

Orang-orang meneriaki mereka saat protes jalanan dan menyemprotkan cat ke dinding, meskipun pihak berwenang India sering mengecatnya.

Sekarang, “Burhan adalah pahlawan kita” terlihat tertulis di dinding di Srinagar, bersama dengan kutukan terhadap pemerintahan India.

___

BANTUAN DAN SELIMUT

Bebatuan dan tong sampah berkarat menjadi pembatas di tengah jalan. Jika kerusuhan berlanjut, pengunjuk rasa meninggalkan jalur kosong di satu sisi agar mobil dan pejalan kaki bisa lewat.

Mereka yang tinggal di dekat daerah yang paling rawan kekerasan menggunakan selimut untuk menutupi jendela mereka guna melindungi beberapa kaca jendela yang tidak pecah dan mencegah proyektil beterbangan.

Maisuma, sebuah lingkungan di CBD Srinagar, kadang-kadang disebut di kota Palestina yang terkepung sebagai Gaza. Penghuninya – laki-laki dan perempuan, tua dan muda – kerap melakukan protes.

___

DANAU

Srinagar adalah ibu kota musim panas di wilayah ini, dan Danau Dal adalah jantungnya. Di sinilah maestro sitar India Ravi Shankar mengajar George Harrison dari The Beatles.

Dalam banyak hal, danau ini menjadi barometer situasi politik di Kashmir. Jika rumah perahu kayu, yang dikenal sebagai shikara, tidak berada di atas air dan tidak ada musik yang terdengar di dalamnya, hal ini mungkin berarti siklus kekerasan lain telah terjadi di Kashmir.

Saat ini sebagian besar perahu sudah berlabuh, dan perairannya tenang.

daftar sbobet