Penembak mal Minnesota merujuk kepada Allah sebelum menikam, kata kepala polisi

Penembak mal Minnesota merujuk kepada Allah sebelum menikam, kata kepala polisi

ISIS mengaku bertanggung jawab setelah seorang pria yang memegang pisau melukai delapan orang di sebuah mal di Minnesota tengah pada Sabtu malam, sebuah aksi berdarah dimana dia dilaporkan bertanya kepada setidaknya satu korban apakah mereka Muslim dan menyebut Allah.

Kepala Polisi St. Cloud William Blair Anderson mengatakan tersangka, yang tidak dia sebutkan identitasnya, ditembak dan dibunuh oleh petugas polisi yang sedang tidak bertugas dari yurisdiksi lain. Lima dari delapan korban dirawat dan dipulangkan dari rumah sakit setempat dan semuanya diharapkan selamat dari luka-luka mereka.

Media yang berafiliasi dengan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Minggu pagi dan mengeluarkan pernyataan melalui sumber.

“Pelaku serangan penikaman kemarin di Minnesota adalah seorang tentara ISIS dan melakukan operasi tersebut sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan warga negara-negara yang tergabung dalam koalisi tentara salib,” kata pernyataan itu.

Pihak berwenang belum mengidentifikasi penyerangnya, namun Star Tribune of Minneapolis mengatakan ayah pria tersebut mengidentifikasi dia sebagai Dahir A. Adan, 22. Berbicara kepada surat kabar melalui seorang penerjemah, Ahmed Adan, yang keluarganya berkewarganegaraan Somalia, mengatakan putranya lahir di Afrika dan tinggal di AS selama 15 tahun.

Juru bicara St. Cloud State University membenarkan bahwa Adan adalah mahasiswa di sana tetapi belum terdaftar sejak semester musim semi. Juru Bicara Adam Hammer mengatakan jurusan yang dituju Adan adalah sistem informasi, yaitu bidang yang berhubungan dengan komputer.

Dia mengatakan polisi memberitahunya sekitar jam 9 malam pada hari Sabtu bahwa putranya telah meninggal di mal dan polisi telah menggerebek apartemen keluarga tersebut serta menyita foto dan materi lainnya. Dia mengatakan polisi belum memberitahunya apa pun tentang serangan mal tersebut, dan dia “tidak curiga” bahwa putranya terlibat dalam kegiatan teroris, lapor surat kabar itu.

Polisi menanggapi laporan beberapa penikaman di Crossroads Mall sekitar pukul 20.30. waktu setempat. Saksi juga melaporkan mendengar suara tembakan di lokasi kejadian.

Polisi setempat sudah tiga kali bertemu dengan tersangka, sebagian besar karena pelanggaran lalu lintas ringan, kata Anderson, seraya menambahkan bahwa FBI telah menawarkan bantuan dalam penyelidikan.

“FBI secara aktif terlibat di lokasi kejadian bersama Departemen Kepolisian St. Cloud,” kata biro tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu. “Penegak hukum sedang berupaya untuk mengungkap fakta tentang apa yang terjadi tadi malam.”

Pihak berwenang “tidak punya alasan untuk percaya” bahwa ada orang lain yang terlibat dalam serangan itu, kata Anderson. Ia mengatakan, luka tusuk terjadi di berbagai lokasi di mal, termasuk lorong, tempat usaha, dan area umum.

“Seluruh mal merupakan tempat kejadian perkara yang aktif,” kata Anderson, seraya menambahkan bahwa fasilitas tersebut akan ditutup pada hari Minggu.

Mal tersebut masih ditutup setelah kejadian tersebut, namun pihak berwenang memperkirakan mereka yang tetap berada di dalam mal akan dibebaskan pada Minggu pagi. Foto dan video dari mal yang diambil beberapa jam setelah kejadian menunjukkan sekelompok pembeli menunggu untuk dibebaskan, termasuk beberapa orang berkumpul di dekat pintu masuk food court.

“Saya sedang berjalan mendekati pintu masuk mal di JC Penney’s dan saya sedang melihat celana jins dan tiba-tiba orang-orang berlarian dalam kekacauan,” kata Ashley Bayne. mengatakan kepada WCCO. “Mereka berteriak, ‘Seseorang menikam orang-orang di mal dengan pisau,’ dan orang-orang menjadi panik dan berlarian.

Harley dan Tama Exsted dari Isle, Minn., yang tinggal di St. Cloud berada di mal untuk menonton putra mereka bermain di turnamen golf kampus.

“Tiba-tiba saya mendengar pop pop pop,” kata Harley Exsted kepada The New York Times Waktu St. “Saya pikir seseorang terjatuh dari rak. Tiba-tiba orang-orang ini mulai berlari. Saya hanya melihat semua orang berlari ke arah kami.”

Keduanya tidak terluka dan mengatakan mereka membantu wanita lain yang lari dari tempat kejadian ke mobilnya.

Adonis Samuels (42) dari St. Cloud berada di luar mal tempat istrinya Roxanne bekerja sebagai manajer di Clinique di Macy’s.

“Dia menelepon saya dan mengatakan kepada saya bahwa dia bersembunyi di bawah konter bersama seorang pelanggan,” kata Samuels. Dia menelepon kemudian dan mengatakan dia aman di tempat yang aman.

Samuels tetap di luar dan mengawasinya. Dia bilang dia melihatnya melalui pintu kaca pada satu titik sehingga dia tahu dia aman.

Klik untuk mengetahui lebih lanjut dari Fox 9.

Matt Dean dari Fox News dan The Associated Press berkontribusi pada laporan ini.

akun demo slot