Penerangan Rumah 101 | Berita Rubah

Pencahayaan bisa menjadi salah satu aspek terpenting dalam mendekorasi sebuah ruangan. Meskipun cahaya alami adalah yang terbaik, beberapa ruangan tidak mendapatkan cukup cahaya… atau apa pun, dalam hal ini! Lalu bagaimana cara menerangi ruangan yang tidak mendapat banyak sinar matahari? Kami telah meneliti berbagai jenis bola lampu dan perlengkapannya untuk membantu Anda memutuskan mana yang paling cocok untuk rumah Anda.

Pertama, berikut beberapa tip untuk memanfaatkan cahaya alami yang didapat rumah Anda:

  • Gantilah tirai yang gelap atau buram dengan tirai yang terang, lapang, dan transparan
  • Gantung cermin untuk memantulkan cahaya ke dinding dan permukaan yang berlawanan
  • Jika memungkinkan, ganti pintu kokoh dengan kaca atau pintu Prancis agar cahaya masuk dari ruangan lain

Jika tips ini tidak berhasil, bola lampu tertentu dapat digunakan untuk meniru cahaya alami di ruangan yang gelap atau untuk menciptakan suasana yang lebih lembut. Baca terus untuk mengetahui mana yang dapat membantu Anda mendapatkan tampilan yang Anda inginkan.

  • Tungsten (bohlam): Ini adalah bola lampu yang paling umum dan terjangkau. Mereka memancarkan cahaya hangat dan menyenangkan, cocok untuk sebagian besar ruangan. Bila digunakan dengan peredup, lampu ini memberikan pencahayaan sekitar yang baik. Lampu Edison juga termasuk dalam kategori ini, dan digunakan untuk tujuan yang lebih dekoratif. Sisi negatifnya? Bola lampu tidak terlalu hemat energi.
  • berpendar: Lampu neon biasanya mengingatkan Anda pada kantor, ruang kelas, atau ruang tunggu, sehingga bukan pilihan pencahayaan yang baik untuk rumah. Mereka mengeluarkan cahaya dingin, hijau dan tidak menyenangkan… dan mereka berdengung! Namun, lampu neon dapat menjadi lampu tugas yang optimal, terutama bila dipasang di bawah lemari di dapur atau garasi. Kami tidak menyarankan penggunaannya di atas kepala.
  • Penghemat energi: Sesuai dengan namanya, lampu ini hemat energi dan ramah lingkungan. Meskipun termasuk lampu neon, lampu ini memancarkan cahaya yang mendekati cahaya putih dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti lampu pijar. Mereka juga bisa didaur ulang.
  • Halogen: Lampu ini merupakan pilihan yang baik untuk ruangan yang tidak mendapat sinar matahari karena memancarkan cahaya sejuk yang sangat mirip dengan siang hari (juga dikenal sebagai “cahaya putih”). Meskipun sedikit lebih hemat energi, namun juga menjadi sangat panas dan dapat meledak.

Sekarang setelah Anda memilih bohlam, berikut beberapa opsi pencahayaan yang dapat Anda gunakan:

  • Lampu track dan pemantik api: Ini adalah lampu aksen yang bagus. Gunakan mereka untuk menyorot bidang minat atau fitur desain di sebuah ruangan. Mereka juga dapat digunakan untuk “mencuci dinding”, membanjiri seluruh dinding dengan cahaya. Lampu downlight biasanya tersembunyi atau dipasang pada permukaan langit-langit dan mengarahkan lampu sorot ke objek di bawahnya. Hal yang menarik tentang lampu lintasan adalah Anda hanya memerlukan satu stopkontak, tidak peduli berapa banyak bohlam yang Anda miliki di lintasan.
  • Lampu: Lampu sorot dipasang di lantai. Ini mungkin terdengar konyol, tapi bagus untuk memantulkan cahaya dari langit-langit putih, menciptakan cahaya lembut dan mencegah silau. Mereka juga menciptakan sorotan dramatis ketika ditempatkan di belakang benda atau furnitur dekoratif.
  • Lampu gantung dan lampu gantung: Meskipun lampu gantung dikatakan menyatukan ruangan, lampu gantung dapat digunakan untuk menentukan area tertentu seperti sudut baca, ruang kerja, atau ruang makan. Lampu gantung dan lampu gantung cenderung menjadi jenis perlengkapan yang lebih dekoratif, namun belum tentu yang paling fungsional. Biasanya perlu disertai dengan sumber cahaya yang lebih kuat.
  • Lampu dinding: Jenis pencahayaan ini dapat digunakan untuk penerangan umum atau keperluan dekoratif. Mereka ideal untuk menerangi lorong atau membingkai seni dinding.

Togel Singapore Hari Ini