Pengobatan penyakit kronis dengan olahraga

Tubuh manusia tidak dibuat untuk duduk di kantor sepanjang hari. Namun, tidak semua orang dapat bekerja pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja manual, dan karier duduk ini sering kali menghasilkan hal-hal hebat. Anda yang kurang melakukan aktivitas fisik sehari-hari sebaiknya lebih fokus berolahraga di luar pekerjaan. Dengan melakukan ini, Anda akan mencegah banyak masalah kesehatan, bahkan mengobati penyakit kronis seperti diabetes.

Menurut sebuah penelitian di Jurnal Asosiasi Medis Amerika, peneliti telah menemukan korelasi langsung antara diabetes dan olahraga. Dari mereka yang berpartisipasi dalam penelitian ini, satu dari sepuluh penderita diabetes yang berolahraga secara teratur mampu melupakan pengobatan yang diresepkan.

HINDARI LEMAK TRANS DALAM MAKANAN DENGAN SEGALA BIAYA

Faktanya, pedoman baru mengenai beberapa kondisi kronis merekomendasikan untuk mencoba olahraga terlebih dahulu. Ketika Anda memikirkan semua manfaat normal dari olahraga, Anda dapat dengan mudah memahami mengapa olahraga membantu. Olahraga meningkatkan daya tahan, membentuk otot, membakar lemak, dan meningkatkan fleksibilitas – semua faktor yang mengurangi gejala penyakit tertentu.

Kondisi kronis

Meskipun olahraga menawarkan banyak manfaat bagi semua orang, olahraga secara khusus dapat mencegah dan mengobati beberapa penyakit kronis. Berikut ini adalah daftar beberapa kondisi tersebut dan cara memperbaikinya dengan berolahraga:

Diabetes

Dalam kasus diabetes, penderita diabetes yang berolahraga secara teratur akan membentuk otot, sehingga kecil kemungkinannya untuk menyimpan kelebihan glukosa sebagai lemak. Latihan ini juga menurunkan glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan faktor penting dalam membantu penderita diabetes mengontrol kadar glukosa mereka.

Penderita diabetes harus berolahraga hampir setiap hari dalam seminggu, bergantian antara olahraga intensitas sedang dan tinggi. Baru-baru ini, American Diabetes Association memberikan pedoman baru untuk penderita diabetes selama periode menetap.

Kini ADA merekomendasikan agar penderita diabetes bergerak setiap setengah jam dengan melakukan olahraga kecil seperti memutar badan dan ekstensi lengan atau kaki. Rekomendasi ini akan membantu orang untuk terus mengelola kadar glukosa selama periode tidak aktif.

Asma

Penyakit kronis lain yang sebenarnya dapat diperbaiki dengan olahraga adalah asma. Banyak orang yang beranggapan olahraga bisa memicu serangan asma. Namun, serangan yang disebabkan oleh olahraga hanya terjadi ketika orang tidak memahami atau menangani asmanya dengan benar.

DIET DUKAN: TETAP AMAN SAAT DIET

Cuaca dingin juga mempengaruhi frekuensi serangan asma. Penderita asma mungkin perlu memindahkan olahraganya ke dalam ruangan selama musim dingin.

Di sisi lain, beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa olahraga memperbaiki gejala asma. Latihan ini dapat membantu memperkuat paru-paru seseorang dan mencegah serangan sering terjadi.

Untuk mengetahui efek olahraga terhadap asma, peneliti dari Cochrane Collaboration meneliti 19 penelitian berbeda. Dalam masing-masing penelitian ini, peserta berolahraga setidaknya dua puluh menit setiap hari selama tiga hari seminggu. Hasilnya, peserta mengalami lebih sedikit gejala asma dibandingkan mereka yang tidak berolahraga.

Radang sendi

Sekali lagi, Anda mungkin juga terkejut bahwa olahraga mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan arthritis. Mereka yang menderita kondisi ini mungkin merasa sulit menggerakkan sendi rematik. Meski begitu, mereka harus berusaha.

MENURUNKAN BERAT BADAN SECARA ALAMI DENGAN EMPAT OBAT INI

Olahraga teratur akan mengendurkan dan melenturkan sendi yang kaku akibat artritis, sehingga membuat gerakan menjadi lebih mudah seiring berjalannya waktu. Ini juga memperkuat otot-otot di sekitar sendi, membantu otot-otot tersebut memberikan dukungan yang memadai. Jika otot-otot ini tidak tetap kuat, dukungan yang buruk akan memperburuk arthritis.

Mayo Clinic merekomendasikan untuk melakukan berbagai latihan, termasuk latihan rentang gerak dan latihan kekuatan. Penderita radang sendi juga dapat memperoleh manfaat dari olahraga ringan seperti yoga.

Dengan segala manfaat yang ditawarkan oleh olahraga, setiap orang harus menerapkan rutinitas olahraga yang kuat, terutama bagi mereka yang menderita penyakit kronis. Mereka akan mengalami penurunan gejala dan bahkan mungkin menghentikan pengobatannya. Hasilnya, orang-orang ini akan mendapatkan lebih banyak kebebasan dalam kondisi seperti ini daripada yang pernah mereka bayangkan.

Artikel ini pertama kali muncul di AskDrManny.com.

Judi Casino Online