Pengunjuk rasa anti-LGBT mencoba mengunjungi restoran ‘Pizzagate’ pada Hari Pelantikan
Dalam foto bertanggal 5 Desember 2016 ini, terlihat pintu depan toko pizza Comet Ping Pong, di Washington, Senin, 5 Desember 2016. Bagi penganut teori konspirasi, “pizzagate” tidak berakhir ketika seorang pria membawa senjata ke sebuah restoran di Washington dalam upaya yang salah untuk menyelamatkan budak seks anak, melainkan pelaku penembakan. Di blog, saluran YouTube, dan acara radio internet yang membahas teori konspirasi, beberapa orang melihat teori Edgar Maddison Welch sebagai “bendera palsu” terbaru. Ini adalah istilah untuk menutup-nutupi atau mengalihkan perhatian yang dilakukan oleh pemerintah atau tokoh berpengaruh lainnya. (Foto AP/Jose Luis Magana) (Pers Terkait)
Restoran pizza di Washington, DC yang menjadi pusat teori konspirasi bernama Pizzagate terus menjadi sumber kontroversi bahkan setelah klaim dugaan jaringan budak seks anak yang terkait dengan Hillary Clinton telah dibantah.
Pada hari Kamis, Orang Washington melaporkan bahwa para pemogok menyerbu tenis meja komet, melecehkan orang yang lewat dan meneriakkan hinaan homofobik, seksis, dan xenofobia.
Seorang pemilik bisnis lokal mengkonfirmasi kepada FoxNews.com bahwa para pengunjuk rasa terus mengepung restoran tersebut pada awal Hari Peresmian.
“Presiden Obama tidak lebih dari seorang Muslim,” “Kaum homoseksual akan terbakar di api neraka,” “Kembali ke dapur, istriku,” adalah beberapa ungkapan yang diteriakkan pada Jumat pagi, kata Matt Carr, pemilik kedai kopi Little Red Fox, kepada FoxNews.com melalui email. Kedai kopi terletak di sebelah restoran pizza.
Kelompok tersebut, yang menurut Washingtonian menyebut dirinya sebagai “Pengkhotbah Jalanan Resmi,” melakukan sekitar 10 piket di luar Komet Ping Pong pada Jumat pagi, kata Carr. Dia menambahkan, ada dua petugas polisi yang membantu.
Komet Ping Pong menjadi pusat teori konspirasi online yang berkembang pada tahun 2016 setelah situs web seperti Planet Free Will, YourNewsWire.com, dan Vigilant Citizen menerbitkan cerita yang menghubungkan jaringan pedofilia bawah tanah dengan kedai pizza. Snopes dan media lain kemudian membantah tuduhan tersebut dan artikel-artikel tersebut telah dihapus.
Lebih lanjut tentang ini…
Namun teori konspirasi mendorong Edgar Maddison Welch yang berusia 28 tahun menembakkan senapan serbu ke restoran tersebut pada bulan Desember. Tidak ada yang terluka dalam baku tembak tersebut, namun Welch, yang kemudian ditangkap, mengaku ingin menyelidiki sendiri konspirasi tersebut.
“Saya hanya ingin melakukan sesuatu yang baik dan melakukannya dengan cara yang salah,” kata Welch kepada New York Times setelah dia menyerahkan diri ke polisi ketika dia tidak menemukan bukti bahwa anak-anak digunakan sebagai budak seks.
IKUTI GAYA HIDUP FOX NEWS DI FACEBOOK!
Carr mengatakan pada hari Jumat bahwa jumlah pelanggan melebihi jumlah pengunjuk rasa dalam beberapa menit dan bahwa pemogokan tersebut tidak berdampak negatif terhadap bisnis di Comet atau di Little Red Fox.
“Kami menjadi lebih sibuk karena lingkungan kami sangat mendukung,” kata Carr ketika ditanya apakah kontroversi tersebut berdampak pada bisnis dalam beberapa bulan terakhir.
Restoran Chevy Chase di Connecticut Avenue hanya berjarak beberapa blok dari properti sewaan sementara Wakil Presiden Mike Pence. Awal pekan ini, ratusan aktivis menari di lingkungan sekitar dengan tongkat cahaya dan bendera pelangi untuk melawan hak-hak LGBT.
Juru bicara Comet Ping Pong tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar pada Jumat pagi.