Penjelajah laut dalam Amerika harus mengembalikan harta senilai $500 juta ke Spanyol

Pengadilan banding federal pada Rabu memutuskan bahwa penyelam Amerika di Florida harus menyerahkan lebih dari 17 ton harta karun laut yang terkubur senilai sekitar $500 juta ke Spanyol.

Namun Odyssey Marine Exploration yang berbasis di Tampa, Florida, telah berjanji untuk melanjutkan pertarungan hukum yang berlarut-larut mengenai cache tersebut, yang nilainya bisa mencapai $500 juta.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, perusahaan mengatakan akan mengambil langkah selanjutnya dalam proses banding dan meminta sidang di hadapan semua hakim Pengadilan Banding Sirkuit ke-11.

Itu terjadi setelah panel tiga hakim dari Sirkuit ke-11 mengeluarkan keputusannya dalam sebuah kasus yang dapat membuat kasus tersebut menjadi perburuan harta karun selama bertahun-tahun.

“Kami tentu kecewa dengan keputusan Sirkuit ke-11,” kata Melinda MacConnel, wakil presiden dan penasihat umum Odyssey. “Kami percaya Konstitusi AS dan semua undang-undang lain yang berlaku memberikan yurisdiksi kepada pengadilan AS untuk menentukan hak-hak Odyssey, Spanyol, dan semua penggugat lainnya dalam kasus ini.”

Pengacara Odyssey meminta panel yang terdiri dari tiga hakim untuk membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah dan menegakkan aturan “pencari-penjaga” yang akan memberikan hak kepada pemburu harta karun atas koin, batangan tembaga, kancing manset emas, dan artefak lain yang ditemukan pada bulan April 2007 ditemukan dari galleon. di pantai Portugal. Pengacara Spanyol membantah bahwa pengadilan AS terikat oleh perjanjian internasional dan hukum maritim untuk menegakkan klaim Spanyol atas tangkapan tersebut.

Kapal yang diberi nama Nuestra Senora de las Mercedes ini ditenggelamkan oleh kapal perang Inggris di Samudera Atlantik pada tahun 1804 saat kembali dari Amerika Selatan dengan membawa lebih dari 200 orang di dalamnya. Odyssey menciptakan kehebohan internasional pada Mei 2007 ketika mengumumkan telah menemukan lebih dari 500.000 koin perak dan artefak lainnya dari reruntuhan dan menerbangkan harta karun itu kembali ke Tampa.

Spanyol mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik AS di Tampa, tempat perusahaan tersebut bermarkas, dan mengklaim kepemilikannya. Odyssey mempermasalahkan kepemilikan pemerintah Spanyol atas kargo berharga tersebut.

James Goold, seorang pengacara asal Washington yang mewakili pemerintah Spanyol di pengadilan, menyebut keputusan pengadilan banding tersebut sebagai “kemenangan yang menyeluruh dan pantas.”

“Pengadilan mengakui bahwa membuang koin-koin kapal Spanyol yang tenggelam untuk dijual kepada kolektor tidak lebih tepat daripada melakukannya ke USS Arizona di Pearl Harbor,” kata Goold.

“Kami senang dan senang bahwa pengadilan mengakui kewajiban AS berdasarkan hukum internasional, sama seperti Spanyol menghormati kesucian kapal angkatan laut AS yang ditenggelamkan.”

Seorang hakim federal memihak Spanyol pada putaran pertama tarik-menarik pada bulan Juni 2009, menerima argumen pemerintah Spanyol bahwa Spanyol tidak pernah melepaskan kepemilikan kapal dan isinya.

Pengacara memperdebatkan kasus ini di hadapan panel Sirkuit ke-11 pada bulan Mei.

Odyssey berpendapat bahwa bangkai kapal itu tidak pernah diidentifikasi secara pasti sebagai Nuestra Senora de las Mercedes. Dan jika memang kapal tersebut, maka kapal tersebut sedang dalam pelayaran dagang komersial—bukan misi kedaulatan—saat tenggelam, yang berarti Spanyol tidak memiliki klaim tegas atas barang rampasan tersebut.

Perjanjian internasional umumnya menyatakan bahwa kapal perang yang tenggelam dalam pertempuran dilindungi dari pemburu harta karun.

Berdasarkan pemberitaan The Associated Press.

Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino


Keluaran SGP Hari Ini