Penyelenggara Olimpiade Rio mencari 13.000 orang yang berhutang uang untuk tiket yang tidak terpakai

Penyelenggara Olimpiade di Rio de Janeiro sedang berusaha menyerahkan hampir $3 juta pengembalian dana tiket kepada 13.000 orang.

Satu masalah besar. Mereka tidak dapat menemukannya.

“Kami sedang mencari orang-orang,” kata juru bicara Rio Mario Andrada kepada The Associated Press pada hari Rabu. “Kami mempunyai uang tetapi tidak tahu bagaimana cara memberikannya kepada mereka.”

Penyelenggara Rio mengizinkan pembeli mengembalikan tiket yang kemudian dijual kembali.

“Bukannya dijual ke calo, mereka malah mengembalikan tiketnya ke kami, lalu kami jual lagi,” kata Andrada.

Andrada mengatakan 140.000 orang mengembalikan tiket Olimpiade dan Paralimpiade untuk dijual kembali, senilai 80 juta real Brasil ($23,5 juta).

Sekitar 90 persen telah mendapat kompensasi. Namun rincian bank yang salah dan nomor kartu kredit yang salah menghambat sisa pengembalian dana yang berjumlah sekitar 9 juta reais ($2,7 juta).

Andrada mengatakan warga Brazil mewakili 99,9 persen dari uang yang belum dibayar. Dia mengatakan penyelenggara mencoba menghubungi orang-orang melalui media sosial dan iklan surat kabar. Dia mengatakan situs web panitia penyelenggara juga terbuka untuk menangani pengembalian dana.

Masalah tiket melanda Olimpiade Rio. Panitia dilaporkan gagal menjual cukup tiket, menyebabkan banyak kursi kosong di lokasi dan membuat penyelenggara pertandingan dan penyelenggara tidak diperhatikan.

Panitia Penyelenggara Rio secara resmi akan dibubarkan pada bulan Agustus 2017, sehingga hanya menyisakan kantor pengacara untuk menangani klaim yang belum terselesaikan.

Meski penyelenggara Rio punya uang untuk membayar pengembalian tiket, Andrada mengakui sekitar 700 kreditor masih menunggu pembayaran lebih dari tiga bulan setelah Olimpiade berakhir.

Dia tidak mau menyebutkan secara pasti berapa jumlah utangnya.

Dia mengatakan panitia penyelenggara yang kekurangan uang, yang membutuhkan dana talangan pemerintah untuk menyelenggarakan Paralimpiade, sedang berjuang melawan masalah arus kas dan masih berhutang uang kepada Komite Olimpiade Internasional.

“Kami semua akan membayarnya, tidak ada keraguan,” kata Andrada. “Tapi kita belum sampai di sana.”

Dia mengatakan penyelenggara harus melakukan sekitar 20.000 pembayaran kepada kreditor, dan sekarang jumlahnya turun menjadi 700.

“Prosesnya panjang,” katanya. “Kami menambah dari 5.000 karyawan menjadi 300, dan sementara itu kami mempunyai pekerjaan ini.”

Sukai kami Facebook
Ikuti kami Twitter & Instagram


sbobet mobile