Perahu terbalik di barat laut Burma, menyebabkan 12 orang hilang di tengah konflik yang sedang berlangsung

Dua belas orang, termasuk tiga anggota pasukan keamanan, hilang setelah sebuah perahu terbalik dan tenggelam di sungai di wilayah Sagaing di barat laut Burma, media pemerintah melaporkan pada Kamis.

Sebuah laporan di Harian Myanma Alinn yang dikelola pemerintah mengatakan enam warga sipil, tiga pekerja dan personel pasukan keamanan hilang setelah kapal tersebut terjebak dalam arus kuat di Sungai Chindwin dekat desa Panset di distrik Kale pada Selasa pagi.

Laporan itu mengatakan kapal itu adalah bagian dari konvoi pengangkut barang yang datang dari utara, dan operasi penyelamatan sedang berlangsung.

Seorang tetua desa dari Panset mengatakan kepada The Associated Press bahwa 11 kapal yang dijaga oleh pasukan keamanan berlabuh di sana pada Senin malam, dan yang hilang termasuk tiga mahasiswa dan dua orang lainnya dari desanya. Dia mengaku tidak tahu berapa banyak orang yang berada di dalamnya. Dia berbicara tanpa menyebut nama karena dia takut ditangkap oleh militer.

Sagaing adalah benteng perlawanan bersenjata melawan militer yang berkuasa, yang merebut kekuasaan pada Februari 2021 dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

DIREKTUR THINK TANK ENERGI VIETNAM DIAMBIL SETELAH PENAHANAN KEENAM TERHADAP AHLI IKLIM DALAM 2 TAHUN
Pengambilalihan tersebut disambut dengan protes damai yang dihancurkan dengan kekuatan mematikan oleh tentara dan polisi. Banyak penentang kekuasaan militer kemudian mengangkat senjata, dan sebagian besar negara kini terlibat dalam konflik yang oleh beberapa pakar PBB disebut sebagai perang saudara.

Sungai Chindwin, yang mengalir melalui Sagaing, menjadi salah satu jalur utama untuk mengangkut makanan, bala bantuan, dan peralatan bagi tentara untuk melakukan serangan besar-besaran di wilayah tersebut, dalam beberapa kasus membakar desa-desa dan membuat ratusan ribu orang mengungsi. Ia juga diketahui membawa batu giok ke hilir dari tambang di Burma utara.

Media pemerintah Burma melaporkan bahwa 12 orang hilang setelah sebuah perahu terbalik dan tenggelam di Sungai Chindwin. (Berita Rubah)

Kelompok perlawanan yang dibentuk secara lokal di sepanjang sungai sering menyerang kapal dan konvoi militer serta melepaskan tembakan dari pantai.

Namun, desa Panset adalah salah satu dari sedikit desa yang dianggap bersimpati kepada pemerintah militer, dan penduduknya dituduh membantu operasi pemberantasan pemberontakan oleh tentara.

Beberapa media independen Burma, yang beroperasi secara bawah tanah karena penindasan militer, mengklaim bahwa sebanyak 100 orang hilang dari kapal yang tenggelam tersebut. Salah satu sumber klaim tersebut, yang tidak dapat diverifikasi, adalah kelompok perlawanan lokal.

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

Pada bulan Oktober 2016, sebuah kapal pesiar yang membawa lebih dari 200 penumpang terbalik di Sungai Chindwin di dekat kota Kani, menewaskan lebih dari 70 orang.

sbobet88