Pesawat kecil menabrak gedung Ekuador, 7 tewas
20 Maret: Sebuah bangunan, tempat sebuah pesawat kecil jatuh, terbakar di Quito. (AP)
Quito, Ekuador – Sebuah pesawat militer kecil menabrak sebuah gedung apartemen di lingkungan kelas atas ibu kota pegunungan Ekuador pada hari Kamis, menewaskan lima orang di dalamnya dan dua lainnya di darat.
Pesawat menyerempet sebuah rumah sebelum menabrak gedung berlantai empat, mengirimkan bola api dan asap hitam ke udara malam dan memenuhi halaman dengan reruntuhan pesawat. Kabut tebal menyelimuti lingkungan sekitar saat itu, meski penyebab kecelakaan itu tidak diketahui.
“Mengerikan. Saya mendengar pesawat terbang sangat rendah, lalu saya mendengar ledakan,” kata tetangga Camille Avfert kepada The Associated Press. “Kami lari ke jalan dan melihat api.”
Kepala pemadam kebakaran Quito Atahualpa Sanchez mengatakan petugas darurat menemukan tubuh korban yang terbakar parah, sementara tim penyelamat mengevakuasi sejumlah korban luka dalam kondisi stabil. Wartawan AP di tempat kejadian melihat penyelamat membawa pergi seorang gadis yang kepalanya berdarah.
Militer mengatakan tiga tentara di pesawat itu tewas: pilot, seorang mayor; co-pilot, seorang letnan; dan mekanik. Dalam keterangannya, disebutkan istri dan anak pilot juga tewas.
Palang Merah melaporkan bahwa dua orang lagi tewas di tanah, termasuk seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Elena Reascos, ibu dari seorang anak laki-laki berusia 9 tahun.
“Saya sedang berada di dalam rumah bersama ibu saya ketika mendengar ada yang jatuh dan terjadi ledakan,” ujar bocah tersebut, Said Arguello, kepada AP tadi. “Api ada di mana-mana. Saya tidak bisa keluar dari kamar, dan petugas pemadam kebakaran menyelamatkan saya.”
Henry Ochoa, pejabat Palang Merah, mengatakan kepada penyiar Ecuavisa bahwa tujuh mayat ditemukan, tetapi “mungkin ada seseorang atau lebih di bawah lambung kapal.”
Menteri Pertahanan Javier Ponce mengatakan pesawat militer Beechcraft sedang dalam pelatihan. Itu jatuh sekitar pukul 17:30 waktu setempat saat mendekati bandara Quito dari Manta, 160 mil ke arah tenggara.
Pesawat jatuh sekitar 2,5 mil dari bandara di jalan tempat empat pesawat lain jatuh selama tahun 1990-an.
Gonzalez Suarez Avenue, dengan gedung-gedung mewah setinggi 15 lantai, berbaris di jalur pesawat yang turun saat mereka bersiap untuk mendarat di Quito.
Lingkungan sisi utara juga merupakan kediaman duta besar AS, meskipun kecelakaan itu terjadi agak jauh dan seorang juru bicara kedutaan mengatakan duta besar itu tidak terluka.
Presiden Ekuador Rafael Correa mengunjungi lokasi tersebut untuk mempelajari rincian kecelakaan tersebut.