PIKIRAN UNTUK HARI INI: Inspirasi dari kehidupan George Washington, pahlawan Amerika

PIKIRAN UNTUK HARI INI: Inspirasi dari kehidupan George Washington, pahlawan Amerika

Pada tanggal 16 Juni 1775, George Washington berbicara kepada Kongres Kontinental di Philadelphia, mengambil alih komando angkatan bersenjata Amerika dalam perjuangan revolusioner melawan Inggris. Washington menolak gaji untuk kepemimpinan militernya, yang akan berlangsung selama hampir delapan tahun. Dengan melakukan hal ini, tanpa meminta apa pun, Washington menetapkan gaya pelayanan dan pengorbanan yang menginspirasi warga Amerika hingga saat ini.

Berikut adalah beberapa kutipan yang berkesan dan inspiratif dari Washington, yang menggambarkan visi sipil, patriotik, dan moralnya: “Saya tidak mempunyai pandangan lain selain memajukan kepentingan publik, dan saya tidak berambisi mengenai penghargaan yang tidak didasarkan pada persetujuan negara saya.”

Salah satu alasannya adalah karena contoh baik yang diberikan Washington, Amerika tidak dibebani dengan sistem kelas bangsawan yang mahal atau sistem kelas yang mematikan peluang. Bagi Washington, penghargaan dari rekan-rekan Amerikanya merupakan imbalan yang cukup atas kerja keras dan kepahlawanannya.

Washington juga memahami bahwa seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada bangsanya: “Saya berharap saya memiliki tekad dan kebajikan untuk mempertahankan karakter orang jujur ​​yang saya anggap sebagai gelar yang paling patut ditiru.” Dan, tentu saja, dia berhasil memoles reputasi kejujurannya, sebuah reputasi yang masih bersinar terang lebih dari dua abad setelah kematiannya.

Namun semua orang Amerika juga bisa dan harus memberikan contoh, karena, seperti yang dia jelaskan, “Kebahagiaan dan kewajiban moral saling terkait erat.”Washington, bersama dengan para pendiri lainnya, percaya bahwa pemerintahan terbatas tanpa pemerintahan mandiri adalah sebuah bencana yang menunggu untuk terjadi.

Namun Washington tahu bahwa masyarakat tidak dapat melakukannya sendiri. Seperti yang dia katakan,“Berusahalah untuk tetap menghidupkan percikan kecil api surgawi yang disebut hati nurani.”Lebih jauh lagi, Washington memperjelas bahwa moralitas memerlukan sumber yang dalam: “Marilah kita dengan hati-hati mengakui anggapan bahwa moralitas dapat dipertahankan tanpa agama. Nalar dan pengalaman melarang kita untuk berharap bahwa moralitas nasional dapat menang dengan mengabaikan prinsip-prinsip agama.”

Dan akhirnya dia memberi tahu kami,Mari kita tingkatkan standar yang bisa dipulihkan oleh orang bijak dan jujur; selebihnya ada di tangan Tuhan.

Memang benar. Namun lebih dari dua abad kemudian, dalam kehidupan kita sendiri, kita dapat mengambil inspirasi yang lebih besar dari kehidupan George Washington, yang tidak hanya sekedar bicara—dia juga melakukan hal yang sama.

Singapore Prize