Plot teror Taylor Swift: Tetangga di kampung halaman tersangka utama menggambarkan perubahan perilakunya
BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Tersangka utama berusia 19 tahun dalam dugaan rencana teror yang gagal untuk menyerang konser Taylor Swift di Austria minggu ini menumbuhkan janggut panjang dan menjadi sedikit tidak biasa menjelang penangkapannya, ungkap tetangganya.
Tersangka, yang diidentifikasi oleh media Austria sebagai Beran A., berasal dari Ternitz, sebuah kota sekitar 50 mil barat daya Wina, menurut Reuters. Penduduk lokal di sana mengatakan kepada kantor berita bahwa dia menjadi lebih serius dalam beberapa minggu terakhir dan menumbuhkan rambut di wajahnya.
“Baru belakangan ini dia menjadi sedikit tidak biasa,” kata Nicole Morgenbesser, seorang ibu berusia 33 tahun yang tinggal di dekatnya. jelasnya kepada Reuters.
Morgenbesser mengatakan tersangka yang berasal dari Makedonia Utara selalu menyapanya di jalan atau melambai padanya dari mobilnya sampai sekitar beberapa minggu yang lalu, ketika “dia berhenti menyapa saya.”
PENYIDIK PLOT TEROR TAYLOR SWIFT MARAH TERSEDIA KETIGA, ANAK IRAK BERUMUR 18 TAHUN SETIA PADA ISIS
Sebuah layar menampilkan foto seorang pria yang ditangkap terkait dugaan rencana teror yang menargetkan konser Taylor Swift pekan ini di Wina, Austria, yang kini telah ditunda. (Roland Schlager/APA/AFP melalui Getty Images)
Pada Rabu pagi, tersangka ditangkap polisi sebelum rumahnya digerebek, lapor Reuters.
Para tetangga mengatakan kepada kantor berita bahwa orang tua tersangka tidak hadir pada saat operasi dan penduduk setempat diberitahu oleh polisi bahwa ada kebocoran gas sehingga mereka meninggalkan rumah.
Di dalam rumah tempat tinggal tersangka, para pejabat mengatakan mereka menemukan bahan kimia dan peralatan teknis.
TERSEDIA PLOT TEROR TAYLOR SWIFT YANG BERBOHONG KEPADA ISIS MEMILIKI BAHAN KIMIA DAN PERANGKAT DI RUMAH
Pemandangan kawasan tempat tinggal tersangka utama di Ternitz, Austria, menyusul pembatalan tiga konser Taylor Swift di Wina setelah pemerintah mengonfirmasi adanya rencana penyerangan terhadap tempat tersebut. (Reuters/Elisabeth Mandl)
“Dia ingin melakukan serangan di area luar stadion dan membunuh sebanyak mungkin orang dengan menggunakan pisau atau bahkan menggunakan alat peledak yang dia buat,” kata Omar Haijawi-Pirchner, kepala Direktorat Keamanan dan Intelijen Negara, pada hari Kamis.
Haijawi-Pirchner menambahkan bahwa tersangka “jelas-jelas teradikalisasi terhadap ISIS dan menganggap membunuh orang-orang kafir adalah hal yang benar.”
Franz Ruf, direktur keamanan publik di kementerian dalam negeri Austria, mengatakan kepada lembaga penyiaran publik ORF pada hari Kamis bahwa tersangka berusia 19 tahun telah mengunggah sumpah setia kepada ISIS ke akun Internet beberapa minggu lalu.
Wali Kota Ternitz Christian Samwald mengatakan kepada Reuters bahwa “Anda selalu mendengar hal-hal semacam ini, namun akan berbeda jika hal tersebut terjadi di depan pintu rumah Anda sendiri.”

Taylor Swift tampil di atas panggung selama The Eras Tour di Olympiastadion pada 27 Juli, di Munich, Jerman. (Thomas Niedermueller/TAS24/Getty Images untuk Manajemen Hak TAS)
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
“Pelajarannya adalah sulit mencegah seseorang menjadi radikal di Internet,” tambahnya.
Associated Press berkontribusi pada laporan ini.