Populasi warga keturunan Latin yang lahir di AS tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi warga keturunan Latin di luar negeri, sehingga membalikkan tren yang sudah lama ada
OSWEGO, NY – 20 JUNI: Anggota keluarga Dolan berjalan pulang dengan membawa tas makanan setelah pembagian makanan oleh Food Bank dari Southern Tier Mobile Food Pantry pada 20 Juni 2012 di Oswego, New York. Program dapur makanan keliling diluncurkan di bagian utara New York pada tahun 2007 dan mencakup hampir 4.000 mil yang sebagian besar merupakan wilayah pedesaan. Truk minuman yang dikonversi ini mengirimkan produk segar, produk susu, dan bahan makanan lainnya kepada individu dan keluarga yang membutuhkan. Pantry biasanya mendistribusikan makanan dalam jangka waktu dua jam dan menyediakan makanan untuk 100 hingga 160 keluarga. Menurut sensus 2010, 15,72% populasi yang dilayani oleh mobile pantry hidup pada atau di bawah tingkat kemiskinan federal. Menurut statistik yang disajikan pada sidang komite Senat AS baru-baru ini, hampir satu dari tujuh orang Amerika hidup di bawah garis kemiskinan, dan sebagian besar dari mereka adalah anak-anak. (Foto oleh Spencer Platt/Getty Images) (Gambar Getty 2012)
Warga Hispanik yang lahir di Amerika Serikat mendorong pertumbuhan populasi Latin, sebuah kebalikan dari tren imigrasi yang selama ini hanya mementingkan mobil.
Sejak tahun 2000, populasi warga Latin yang lahir di AS telah tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi warga keturunan Latin yang lahir di luar negeri, yang terhenti sejak tahun 2010, menurut laporan baru dari Pew Research Center.
Hampir 50 persen orang dewasa Hispanik pada tahun 2012 lahir di luar negeri, turun dari 55 persen pada tahun 2007. Antara tahun 2000 dan 2010, 9,6 juta orang Latin lahir di Amerika Serikat, dibandingkan dengan 6,5 juta orang Latin yang berimigrasi ke Amerika Serikat. Pada periode itu, kelahiran di AS menyumbang 60 persen pertumbuhan populasi orang Latin, kata studi tersebut.
Studi tersebut mengaitkan perubahan tersebut dengan beberapa faktor, termasuk menurunnya jumlah warga Meksiko yang datang ke Amerika Serikat, orang-orang yang meninggalkan Amerika Serikat karena melemahnya perekonomian, dan, lebih jauh lagi, berkurangnya lapangan kerja dan keamanan perbatasan yang lebih ketat.
Terlepas dari perubahan dalam pertumbuhan masyarakat Latin, hal ini kemungkinan akan terus berlanjut, kata studi tersebut. Populasi orang Latin telah tumbuh enam kali lipat sejak tahun 1970, dari 9,1 juta menjadi 53 juta pada tahun 2012. Jumlah ini lebih besar dibandingkan jumlah penduduk di banyak negara Amerika Latin.
Perubahan ini terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah orang Latin yang bertransisi ke masa dewasa. Studi tersebut mencatat bahwa sekitar 800.000 orang Latin kelahiran Amerika memasuki masa dewasa setiap tahunnya. Jumlahnya diperkirakan akan meningkat menjadi 1 juta setiap tahunnya.
“Ini benar-benar merupakan cerminan dari gelombang generasi muda kelahiran Amerika yang memasuki masa dewasa dan berdampak secara demografis pada segala hal mulai dari … pasar tenaga kerja, perguruan tinggi dan universitas serta berdampak pada seluruh institusi lain yang merupakan bagian dari masa dewasa,” kata Mark Lopez, direktur penelitian Hispanik di pusat tersebut dan salah satu penulis laporan tersebut, menurut Amerika Serikat Hari Ini.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa negara bagian dengan populasi Latin terbesar adalah: California, dengan 14,5 juta, Texas, dengan 10 juta, Florida, dengan 4,5 juta, New York, dengan 3,6 juta, dan Illinois, dengan 2,1 juta.
Lima negara bagian dengan pertumbuhan populasi Latin tercepat adalah Tennessee, Carolina Selatan, Alabama, Kentucky, dan South Dakota.
Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino