Pria Florida yang mengaku ditembak oleh Aaron Hernandez ditembak lagi, kata polisi
FILE – Dalam file foto Jumat, 4 Oktober 2013 ini, Alexander Bradley, kanan, berbicara dengan pengacaranya Robert Pickering, kiri, saat hadir di pengadilan di Pengadilan Tinggi Hartford di Hartford, Conn. Bradley, yang mengaku ditembak oleh mantan pemain New England Patriots Aaron Hernandez, ditembak lagi di Connecticut. Letnan Polisi Hartford Brian Foley mengatakan Bradley ditembak beberapa kali di kaki di Vevo Lounge Bar & Grill pada Minggu malam, 2 Februari 2014, dan dibawa ke rumah sakit. Kondisinya belum dirilis. (Foto AP/The Hartford Courant, Richard Messina, Pool, File)
HARTFORD, Koneksi (AP) – Seorang pria yang mengaku ditembak di wajahnya oleh mantan pemain New England Patriots Aaron Hernandez di Florida telah ditembak lagi, kali ini di sebuah klub malam Connecticut, kata polisi Senin.
Alexander Bradley ditembak beberapa kali di kakinya pada Minggu malam di Vevo Lounge Bar & Grill di lingkungan South Meadows Hartford dan dibawa ke rumah sakit, kata Letnan Polisi Brian Foley. Kondisinya belum dirilis.
Polisi belum mengumumkan penangkapan atau motif apa pun. Informasi lebih lanjut diperkirakan akan dirilis pada hari Senin nanti.
“Alexander Bradley adalah korban penembakan lainnya,” kata Foley dalam postingan Twitter Senin pagi. “Beberapa GSW (luka tembak) di kakinya. Investigasi Kejahatan Besar.”
Bradley, rekan Hernandez, mengklaim dalam gugatan di Florida bahwa dia kehilangan mata kanannya ketika Hernandez menembak wajahnya saat bertengkar di luar klub Miami pada bulan Februari.
Hernandez ditahan atas tuduhan pembunuhan atas kematian Odin Lloyd, seorang pemain sepak bola semi-profesional yang tubuhnya ditemukan 17 Juni di dekat rumah Hernandez di North Attleborough, Massachusetts. Hernandez mengaku tidak bersalah.
Polisi Boston sejak itu mengaitkan Hernandez dan Bradley dengan pembunuhan ganda pada Juli 2012. Polisi yakin Hernandez dan Bradley berada di dalam SUV ketika seseorang di dalam kendaraan menembak dan membunuh Daniel Jorge Correia de Abreu dan Safiro Teixeira Furtado di South End, menurut surat perintah penggeledahan yang diajukan oleh polisi di Boston, Bristol, Conn.
Surat perintah tersebut tidak menyebutkan siapa yang diyakini penyelidik sebagai pelaku pembunuhan ganda tersebut atau memberikan motif. Tidak ada tuntutan yang diajukan dalam kasus ini. Surat perintah tersebut meminta rekaman panggilan telepon yang dilakukan Bradley ketika dia dipenjara di Hartford pada bulan Oktober karena tidak hadir di hadapan dewan juri Massachusetts yang menyelidiki penembakan tahun 2012.
Penyelidik mengatakan mereka menemukan SUV yang diinginkan dalam pembunuhan di Boston di rumah paman Hernandez di Bristol.
Polisi mengatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan Hernandez dan Bradley pergi ke klub malam Boston tak lama setelah korban penembakan memasuki klub tersebut. Rekaman itu juga menunjukkan Hernandez mengendarai SUV tersebut keluar dari tempat parkir terdekat dengan Bradley sebagai penumpang sesaat sebelum penembakan, kata polisi.
Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino