Rusia menentang penarikan NATO dari Afghanistan

Rusia menentang penarikan NATO dari Afghanistan

Menteri luar negeri Rusia dengan tajam mengkritik rencana NATO untuk menarik pasukannya dari Afghanistan pada tahun 2014, dengan mengatakan bahwa pasukan koalisi harus tetap berada di negara tersebut sampai pasukan pemerintah Afghanistan dapat menjamin keamanan.

“Selama Afghanistan sendiri tidak dapat menjamin keamanan di negaranya, jadwal penarikan pasukan yang dibuat-buat tidak tepat dan tidak boleh ditetapkan,” kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

NATO berencana untuk menyerahkan tanggung jawab utama perang melawan Taliban kepada tentara dan polisi Afghanistan pada pertengahan tahun depan, kemudian menarik pasukannya pada akhir tahun 2014. Aliansi tersebut telah mulai menarik pasukannya, yang mencapai puncaknya pada sekitar 140.000 tentara pada tahun lalu.

Para pemimpin NATO mengatakan pasukan Afghanistan berkembang pesat dan akan mampu melawan gerilyawan Taliban setelah tahun 2014. Namun para kritikus menunjuk pada meluasnya penggunaan narkoba dan tingginya tingkat desersi di antara pasukan pemerintah sebagai tanda bahwa mereka masih belum siap menghadapi pemberontak.

Anders Fogh Rasmussen, sekretaris jenderal aliansi tersebut, menanggapi kritik Lavrov dengan mengatakan pemerintah Afghanistan telah menyetujui jadwal penarikan, dan bahwa hal itu “jelas tidak dibuat-buat”. Dia juga mendesak Rusia, Tiongkok dan negara-negara non-NATO lainnya untuk membantu mendanai angkatan bersenjata Afghanistan setelah tahun 2014.

Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak mengatakan dia awalnya juga khawatir dengan penarikan tersebut. “Untungnya cukup banyak fleksibilitas yang dimasukkan ke dalam rencana tersebut…sehingga dampaknya tidak sebesar yang diperkirakan banyak orang,” katanya.

Tentara dan polisi Afghanistan akan bertambah menjadi lebih dari 350.000 anggota dalam beberapa bulan ke depan. NATO telah mengalihkan tanggung jawab keamanan lebih dari separuh penduduk negara itu kepada mereka, dan transisi terus berlanjut.

Lavrov, yang menghadiri pertemuan para menteri pertahanan dan luar negeri NATO di Brussels, mengatakan Tiongkok dan negara-negara lain di Asia juga prihatin dengan jadwal penarikan tersebut.

Moskow memandang upaya militer NATO di Afghanistan penting bagi keamanannya sendiri, termasuk membantu mencegah penyebaran ketidakstabilan ke wilayah bekas Uni Soviet di Asia Tengah.

Rusia, yang bukan anggota NATO, telah menyediakan koridor udara dan rute kereta api untuk mengangkut pasokan ke dan dari Afghanistan yang tidak memiliki daratan. Hubungan ini menjadi sangat penting sejak Pakistan mencegah pasokan NATO melintasi wilayahnya menyusul serangan udara aliansi yang menewaskan 24 tentara perbatasan Pakistan pada bulan November.

Lavrov dan para menteri NATO pada hari Kamis membahas rencana untuk memberikan fasilitas logistik baru kepada aliansi tersebut di wilayah Rusia untuk mentransfer kargo militer ke dan dari Afghanistan.

Proposal tersebut, yang kini sedang dipertimbangkan oleh anggota parlemen Rusia, untuk pertama kalinya akan memungkinkan anggota aliansi untuk mendirikan fasilitas logistik di Ulyanovsk, Rusia, untuk pasukan dan kargo.

Para pejabat mengatakan “tidak ada perbedaan pendapat” antara kedua pihak mengenai penggunaan pangkalan udara di Ulyanovsk.

“Kami berharap untuk memperluas opsi transit yang ditawarkan Rusia kepada kami…ke Afghanistan,” kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen setelah pertemuan tersebut. “Kami sangat menghargai kontribusi Rusia, yang didasarkan pada kepentingan bersama dan berkontribusi terhadap keamanan bersama.”

Namun, kedua negara yang dulu merupakan musuh Perang Dingin ini masih berselisih paham mengenai rencana pertahanan rudal NATO di Eropa yang dipimpin AS, yang menurut Washington bertujuan untuk menangkis potensi ancaman Iran. Moskow khawatir bahwa kekuatan mereka pada akhirnya akan cukup untuk melemahkan penangkal nuklir Rusia

Terlepas dari perbedaan-perbedaan ini, Rusia juga bekerja sama dengan aliansi tersebut untuk menekan pembajakan di sepanjang garis pantai Somalia dan di bidang-bidang seperti anti-terorisme, pemberantasan narkotika, serta pencarian dan penyelamatan maritim.

slot demo pragmatic