Sekilas tentang momen-momen penting dalam kehidupan mantan pemimpin Korea Selatan

Sekilas tentang momen-momen penting dalam kehidupan mantan pemimpin Korea Selatan

Park Geun-hye, presiden Korea Selatan yang baru saja digulingkan, telah didakwa melakukan korupsi dan tuduhan lainnya. Ini hanyalah pukulan terbaru bagi presiden perempuan pertama di negara tersebut, mantan kesayangan kaum konservatif dan putri seorang diktator yang sangat memecah belah.

Park, yang ditangkap dan ditahan bulan lalu, kini menghadapi persidangan pidana setelah jaksa mendakwanya pada hari Senin dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, pemerasan, penyuapan dan membocorkan rahasia negara.

Sekilas tentang perkembangan penting dalam kehidupan dan karier politik Park:

___

– 1963: Park, yang saat itu berusia 11 tahun, pindah ke Gedung Biru kepresidenan setelah ayahnya, Park Chung-hee, menjadi presiden, dua tahun setelah melakukan kudeta dan mengambil kendali negara.

– 1974: Ibunya ditembak dan dibunuh oleh seorang pria yang mengincar ayahnya saat berpidato di Seoul, menuntut perintah dari pemimpin Korea Utara saat itu Kim Il Sung. Park mulai menjabat sebagai ibu negara.

– 1979: Ayahnya dibunuh oleh kepala mata-matanya saat pesta minum larut malam. Park meninggalkan Gedung Biru setelah pemakaman kenegaraan ayahnya.

– 1990: Park mengundurkan diri sebagai ketua yayasan anak-anak karena kecurigaan bahwa dia mengizinkan mentornya, Choi Tae-min, dan putrinya, Choi Soon-sil, memanipulasi yayasan tersebut demi keuntungan pribadi. Ikatan Park dengan klan Choi akan memburuk setelah ia menjadi presiden.

– 1998: Setelah bertahun-tahun menghindari perhatian publik, Park memasuki dunia politik dan memenangkan kursi parlemen di tengah nostalgia publik terhadap ayahnya pada saat Korea Selatan dilanda krisis keuangan Asia.

– 2006: Park, yang kini menjadi pemimpin partai konservatif utama, diserang oleh seorang pria yang memegang pemotong kotak saat berkampanye di Seoul. Dia mendapat 60 jahitan untuk jahitan 11 sentimeter (empat inci) di wajahnya. Kata-kata pertama yang dia ucapkan di rumah sakit adalah, “Bagaimana kabar Daejeon?” untuk melihat kampanye di pusat kota; yang selanjutnya membangun citranya sebagai pemimpin yang kuat.

— 2012: Park menjadi presiden perempuan pertama di negara itu yang menang telak atas lawannya dari Partai Liberal, Moon Jae-jin.

— 2014: Kapal feri Sewol berbobot 6.800 ton tenggelam di lepas pantai barat daya negara itu, menewaskan 304 orang, sebagian besar remaja, dalam perjalanan sekolah. Park mendapat kecaman keras atas tindakan yang dianggap pemerintah sebagai upaya penyelamatan yang gagal.

– 2016: Media melaporkan kecurigaan bahwa seorang pembantu senior Park menekan perusahaan untuk memberikan uang kepada organisasi nirlaba yang dikendalikan oleh Choi Soon-sil, putri mentornya. Park mengakui hubungannya dengan Choi dalam pidatonya, namun membantah melanggar hukum. Jaksa mendakwa Choi dan dua mantan pembantu Park pada bulan November, dan anggota parlemen mengeksekusi Park beberapa minggu kemudian.

— 2017: Mahkamah Konstitusi dengan suara bulat memutuskan untuk mendukung pemakzulan dan memberhentikan Park dari jabatannya, sehingga mencabut kekebalannya dari penuntutan. Jaksa memanggilnya untuk diinterogasi. Sepuluh hari kemudian dia ditangkap. Pada bulan April, dia didakwa oleh jaksa Seoul atas berbagai tuduhan, termasuk penyalahgunaan kekuasaan, pemerasan, penyuapan, dan membocorkan rahasia negara.

sbobet mobile