Sekilas tentang orang-orang yang diduga terlibat dalam serangan teror Paris yang menewaskan 20 orang
PARIS – Seorang hakim anti-teror Prancis telah mendakwa tersangka pertama sehubungan dengan serangan teror Paris pada 7-9 Januari di mana kakak beradik Said dan Cherif Kouachi serta pacar mereka Amedy Coulibaly membunuh 17 orang sebelum dibunuh oleh polisi. Berikut adalah ringkasan dari apa yang diketahui tentang empat tersangka dan orang lain yang dicari sehubungan dengan serangan teror paling berdarah di Perancis dalam beberapa dekade.
KEcurigaan
Empat tersangka yang didakwa pada hari Rabu adalah: Willy P., Christophe R., Tonino G. dan Mickael A. Tiga tersangka pertama didakwa mendapatkan senjata, mobil dan peralatan lainnya untuk Coulibaly, yang membunuh seorang polisi wanita dan empat sandera di toko halal. Mickael A., didakwa memiliki dan mengangkut senjata sehubungan dengan operasi teroris. Jaksa mengatakan sebagian DNAnya ditemukan pada pistol yang ditemukan di apartemen Coulibaly dan pada salah satu sarung tangan yang dia kenakan saat penyerangan. Mereka mengatakan Mikael A. bertemu Coulibaly di penjara antara November 2011 dan Mei 2013. Semua tersangka kecuali Tonino G. memiliki catatan kriminal, termasuk mengemudi tanpa SIM dan perampokan berat.
___
DRAGNET
Catatan telepon menunjukkan bahwa Coulibaly melakukan kontak rutin dengan para tersangka, termasuk 18 kontak telepon antara dia dan Mickael A. sehari sebelum serangan dimulai. Catatan posisi ponsel mereka juga menunjukkan bahwa Coulibaly dan Mickael A. bersama selama enam jam pada tanggal 5 Januari, dua hari sebelum serangan dimulai.
___
KONEKSI BULGARIA
Proses ekstradisi sedang dilakukan terhadap warga Prancis lainnya yang dicari sehubungan dengan serangan tersebut. Fritz-Joly Joachin, 29, ditangkap pada 1 Januari dengan surat perintah yang tidak terkait ketika mencoba melintasi perbatasan Bulgaria ke Turki. Polisi Prancis mengatakan dia adalah rekan Kouachi bersaudara, yang membunuh 12 orang dalam serangan terhadap mingguan satir Charlie Hebdo. Dia dituduh berpartisipasi dalam kelompok kejahatan terorganisir dengan tujuan teroris, serta memiliki hubungan dengan jaringan yang mengatur pemindahan sukarelawan untuk melawan ekstremis di Suriah.
___
DALAM DAFTAR
Polisi Prancis bekerja sama dengan rekan-rekannya di Turki, Spanyol dan Belgia dalam mencari kemungkinan aksesori lain dan untuk mengetahui bagaimana orang-orang bersenjata tersebut memperoleh senjata mereka. Istri ipar Coulibaly, Hayat Boumeddiene, dilaporkan pergi ke Suriah tak lama sebelum serangan itu. Polisi mengatakan pada hari Rabu bahwa dia dan Coulibaly dihentikan sebentar di halte lalu lintas rutin di Paris pada tanggal 30 Desember. Keesokan harinya, keduanya berkendara ke Madrid, tempat Boumeddiene menaiki penerbangan ke Turki. Pengadilan nasional Spanyol sedang menyelidiki apa yang dilakukan Coulibaly di ibu kota Spanyol bersama Boumeddiene dan orang ketiga yang belum diidentifikasi tetapi diduga membantu Boumeddiene pergi dari Turki ke Suriah.