Setidaknya 13 orang tewas setelah narapidana bersenjata membakar kerusuhan di penjara Honduras

Setidaknya 13 orang tewas setelah narapidana bersenjata membakar kerusuhan di penjara Honduras

Setidaknya 13 orang tewas pada Kamis dalam kerusuhan yang dilakukan oleh narapidana bersenjata di penjara Honduras, salah satunya dipenggal dan yang lainnya tewas akibat kebakaran yang dilakukan oleh para perusuh, kata pihak berwenang.

Berbagai laporan dari otoritas lokal dan nasional menyebutkan sebanyak 18 narapidana tewas, namun kepala polisi nasional Jose Ramirez mengatakan hanya 13 jenazah yang dikirim ke kamar mayat pada sore hari.

Kerusuhan terjadi enam minggu setelah kebakaran di penjara lain di Honduras yang menewaskan 361 narapidana.

Yair Mesa, komisaris polisi kota San Pedro Sula di wilayah utara, mengatakan kerusuhan pada Kamis telah dapat dikendalikan.

“Pemberontakan dapat dipadamkan tanpa perlu melepaskan tembakan,” kata Mesa melalui telepon dari dalam penjara.

Uskup San Pedro Sula Romulo Emiliani tiba di luar penjara dan mengatakan dia diminta menjadi negosiator dengan para narapidana.

Emiliani mengutarakan pandangan umum bahwa tragedi serupa kemungkinan besar akan terulang kembali di sistem penjara Honduras yang penuh sesak. Penjara San Pedro Sula dengan 800 tempat tidur menampung 2.400 narapidana, katanya.

“Setiap orang sudah lama mengetahui bahwa pihak berwenang tidak tertarik dengan penjara. Penjara adalah bom waktu yang akan terus meledak,” kata uskup.

Pada tahun 2008, tahun terakhir dimana angka-angka tersebut tersedia, sistem penjara di Honduras memiliki jumlah narapidana hampir 38 persen lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas yang ada, menurut Pusat Studi Penjara Internasional yang berbasis di London.

Mesa mengatakan sebagian besar korban diyakini meninggal karena luka bakar atau sesak napas, namun penyebab kematiannya belum dapat segera ditentukan karena jenazah mengalami luka bakar yang parah.

Kepala seorang tahanan dipenggal selama kerusuhan dan dibuang ke luar penjara. Belum jelas apakah jenazahnya termasuk di antara yang dikirim ke kamar mayat.

Para tahanan membawa jenazah yang terbakar dari lokasi kebakaran dan membaringkannya di halaman penjara.

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Jose Danilo Flores mengatakan tampaknya para narapidana sendiri yang memadamkan api di fasilitas tersebut. Dia mengatakan para narapidana bersenjata pada awalnya mencegah petugas pemadam kebakaran masuk.

San Pedro Sula diyakini sebagai salah satu kota paling berbahaya di negara yang memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. Kebakaran di penjara San Pedro Sula pada tahun 2004 menewaskan 107 narapidana.

Pemberontakan pada hari Kamis ini terjadi satu setengah bulan setelah penjara-penjara yang penuh sesak di Honduras dilanda kebakaran penjara terburuk dalam satu abad – kebakaran pada tanggal 14 Februari di penjara pertanian Comayagua yang menewaskan 361 narapidana.

sbobet wap