Setidaknya 97 orang tewas pasca gempa berkekuatan 6,5 skala Richter di Indonesia
MEUREUDU, Indonesia – Gempa bumi yang kuat melanda provinsi Aceh di Indonesia pada Rabu pagi, menewaskan hampir 100 orang dan memicu upaya penyelamatan yang panik di reruntuhan puluhan bangunan yang runtuh dan rusak.
PENUMPANG PAKISTAN JEAM JELAS SETELAH LATIHAN DENGAN 48 ORANG DI DALAMNYA
Mayor Jenderal Tatang Sulaiman, panglima militer di provinsi Aceh, mengatakan sedikitnya 97 orang tewas sementara empat orang berhasil diselamatkan hidup-hidup dari reruntuhan. Empat atau lima lainnya diketahui terkubur, namun dia tidak mengatakan apakah mereka hidup atau mati.
Mudah-mudahan evakuasi dari reruntuhan bisa selesai sebelum matahari terbenam, kata Sulaiman.
JET KORPS LAUT MENGAMBIL DEKAT JEPANG, PENCARIAN DAN PENYELAMATAN BERLANGSUNG
Upaya penyelamatan yang melibatkan ribuan warga desa, tentara dan polisi dipusatkan di Meureudu, sebuah kota yang terkena dampak paling parah di Kabupaten Pidie Jaya. Ekskavator berusaha menghilangkan puing-puing dari ruko dan bangunan lain yang diyakini sebagai tempat terkuburnya orang-orang. Tayangan TV menunjukkan tim penyelamat berseragam oranye menyorotkan senter ke dalam bangunan yang rusak saat mereka mencari tanda-tanda kehidupan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan 273 orang terluka, sekitar seperempat di antaranya luka serius. Sekitar 245 bangunan rusak berat atau hancur, sebagian besar di Pidie Jaya, termasuk 14 masjid dan sisanya sebagian besar merupakan tempat tinggal dan ruko. Jalan juga retak dan tiang listrik tumbang.
Aiyub Abbas, Bupati Pidie Jaya, yang terletak 11 mil barat daya pusat gempa, mengatakan ada kebutuhan mendesak akan peralatan penggalian untuk mengangkut puing-puing berat dan pasokan darurat. Rekaman menunjukkan petugas penyelamat membawa jenazah dalam tas hitam menjauh dari reruntuhan.
Muhammad Reza Faisal, direktur Rumah Sakit Umum Chik Ditiro di Pidie Jaya, mengatakan fasilitas yang rusak akibat gempa itu kewalahan dengan jumlah korban luka dan banyak orang dirawat di tenda yang didirikan di lokasi. Ia mengatakan, lima korban gempa meninggal di rumah sakit.
Survei Geologi AS menyebutkan gempa berkekuatan 6,5 skala richter yang terjadi pada pukul 05.03 WIB berpusat sekitar 12 mil tenggara Sigli, sebuah kota dekat ujung utara Aceh, pada kedalaman 11 mil. Badan tersebut awalnya menempatkan pusat gempa di bawah laut. Itu tidak menyebabkan tsunami.
Bagi masyarakat Aceh, gempa bumi merupakan pengingat yang menakutkan akan kerentanan wilayah mereka terhadap bencana alam. Lebih dari 100.000 orang meninggal di Aceh setelah gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 yang memicu tsunami dahsyat.
“Sangat parah, getarannya bahkan terasa lebih kuat dibandingkan gempa tahun 2004,” kata Musman Aziz, warga Meureudu. “Saya sangat takut tsunami akan datang.”
Di ibu kota Jakarta, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan dia telah memerintahkan semua lembaga pemerintah untuk bergabung dalam upaya penyelamatan Aceh, sebuah provinsi konservatif yang memiliki otonomi signifikan dari pemerintah pusat berdasarkan perjanjian damai dengan kelompok separatis. Palang Merah Indonesia telah mengerahkan tim tanggap darurat dan mengiklankan rekening bank untuk donasi. Organisasi Internasional untuk Migrasi menyatakan telah mengirimkan tim penilai ke Aceh.
Fitri Abidin, warga laut, di Pidie Jaya, mengaku mengungsi ke bukit terdekat bersama suami dan anak-anaknya yang menangis setelah gempa membangunkan keluarga tersebut dini hari. Mereka tinggal di sana selama beberapa jam sampai pihak berwenang meyakinkan mereka bahwa tidak ada risiko tsunami.
“Itu membuat saya takut. Saya kesulitan bernapas dan berjalan,” kata Abidin.
Dia mengatakan suaminya menangkapnya dan membawanya keluar rumah.
Rumah keluarganya tidak roboh, namun rumah beberapa tetangganya yang roboh dan Abidin khawatir tiga temannya tertimbun reruntuhan bangunan.
Di Bireuen, kabupaten tetangga Pidie Jaya, seorang guru di sebuah sekolah konstruksi Islam meninggal setelah terkena puing-puing yang berjatuhan, kata petugas kesehatan Achmad Taufiq.
Penduduk kota terdekat, Lhokseumawe, lari keluar rumah mereka karena panik saat terjadi gempa dan banyak orang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia rentan terhadap gempa bumi karena lokasinya di “Cincin Api” Pasifik, sebuah busur gunung berapi dan garis patahan di cekungan Pasifik. Gempa bumi dan tsunami tahun 2004 menewaskan 230.000 orang di berbagai negara, sebagian besar di Aceh.