Spanyol, Prancis Tangkap 18 tersangka teroris

Spanyol, Prancis Tangkap 18 tersangka teroris

Dua tersangka teroris paling dicari di Spanyol dan setidaknya 16 tersangka lainnya anggota kelompok separatis bersenjata Basque DAN (Mencari) ditangkap dalam operasi besar polisi Perancis-Spanyol pada hari Minggu, kata pihak berwenang.

Mikel Albizu Iriarte (Mencari) Dan Soledad Iparraguirre (Mencari), pasangan yang melarikan diri sejak 1993, ditangkap di dekat Pau di barat daya Prancis, kata penyelidik Prancis dan pihak berwenang Spanyol. Keduanya, keduanya berusia 43 tahun, sedang bersama putra mereka.

Mereka memiliki surat palsu dan menolak menjawab pertanyaan tetapi diidentifikasi oleh agen polisi, kata penyelidik.

“Operasi ini sangat penting,” kata Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jose Antonio Alonso. Dia mengatakan setidaknya tujuh rumah digeledah dan polisi menyita dokumen, senjata, dan bahan peledak.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebutkan jumlah tersangka yang ditahan sebanyak 21 orang. Perbedaannya dengan sosok Prancis itu belum bisa dijelaskan secara langsung.

Sekitar 140 agen polisi Perancis dan Spanyol mengambil bagian dalam penggerebekan terbaru di kedua sisi perbatasan. Tujuh ruang gudang senjata yang ditemukan berisi peluncur roket, senapan serbu, amunisi dan bahan peledak. Polisi juga menyita uang tunai dan dokumen, kata kementerian dalam negeri Prancis

Mikel Albizu, yang menggunakan nama samaran Mikel Antza, diyakini menjadi pemimpin tertinggi ETA 12 tahun lalu setelah polisi menghancurkan organisasi separatis tersebut dengan menangkap sebagian besar anggota seniornya.

Albizu berhasil lolos dari penggerebekan polisi lainnya pada bulan April lalu yang dilakukan oleh kepala logistik ETA, Selamat Ignacio Esparza (Mencari).

Iparraguirre, yang menggunakan nama samaran “Amboto”, dianggap sebagai salah satu anggota wanita terkemuka ETA.

Dia berasal dari keluarga militan ETA dan menjadi sangat aktif setelah pacarnya terbunuh dalam penggerebekan polisi ketika dia berusia 20 tahun. Dia diduga ikut serta dalam puluhan serangan dari tahun 1984 hingga 1992 yang menewaskan total 15 orang dan melukai lebih dari 20 orang. terluka.

Pihak berwenang Perancis mengatakan semua kecuali satu dari 16 tersangka anggota ETA lainnya ditangkap di kota-kota antara Pau dan Bayonne di barat daya Perancis.

Tersangka lainnya ditangkap di kota Burgos, Spanyol utara. Dia telah diidentifikasi sebagai Pedro Maria Alacantaria-Mozota, seorang sopir truk Spanyol. Dia diduga memasang bom untuk ETA di instalasi listrik pada bulan September, dan istrinya termasuk di antara mereka yang ditangkap di Prancis.

ETA telah melakukan pemboman dan pembunuhan di Spanyol sejak tahun 1960an dalam kampanye kemerdekaan negara Basque. Kelompok bersenjata tersebut diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat. Mereka mengklaim atau disalahkan atas lebih dari 800 kematian.

Militan ETA telah lama menyeberang ke provinsi Basque yang damai di barat daya Perancis untuk bersembunyi atau membuat rencana. Pihak berwenang Perancis dan Spanyol kini bekerja sama untuk memburu mereka.

Result SGP