Suara ibu kota Indonesia sedang diuji untuk nilai-nilai moderat

Setelah berbulan-bulan melakukan kampanye yang sengit, ibu kota Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam menghadapi pilihan sulit pada hari Rabu: memilih minoritas Kristen yang vokal dan telah membuat kemajuan dalam membersihkan kota yang kacau atau mengindahkan desakan ulama konservatif yang berpengaruh untuk memilih seorang Muslim.

Lebih dari 13.000 TPS ditutup pada pukul 1 siang dan hasil cepat berdasarkan sampel suara diperkirakan akan keluar dalam beberapa jam. Pemilu ini merupakan satu dari sekian banyak pemilu yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Lebih dari 7 juta orang berhak memilih di ibu kota Jakarta.

Gubernur petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, seorang Kristen etnis Tionghoa yang diadili karena tuduhan penistaan ​​agama, mencalonkan diri melawan Agus Harimurti Yudhoyono, yang merupakan putra mantan presiden, dan Anies Rasyid Baswedan, seorang moderat yang kini mendapat suara dari kaum konservatif dan Muslim garis keras.

Agama dan ras, dibandingkan serangkaian permasalahan yang dihadapi Jakarta yang macet dan tenggelam, mendominasi kampanye tersebut, mengubah pemilu menjadi pertarungan besar antara kaum konservatif, yang menginginkan Islam bangkit dalam politik dan masyarakat, dan kaum moderat. Peluang Ahok tampak pupus setelah tuduhan penodaan agama berujung pada tuntutan pidana dan diadili, namun belakangan ia bangkit kembali dalam jajak pendapat. Jika terbukti bersalah, dia terancam hukuman lima tahun penjara.

Hadiyul Umam, seorang pegawai negeri, mengatakan memilih Ahok bertentangan dengan keyakinannya.

“Sebagai seorang Muslim, saya berpendapat bahwa non-Muslim tidak boleh memimpin umat Islam di negeri ini, dan secara pribadi saya tidak suka dengan cara Ahok memimpin yang tidak pro rakyat miskin dan perkataannya tidak sopan dan kasar,” ujarnya.

Pengadilan terhadap Ahok dan kemudahan kelompok garis keras menarik ratusan ribu orang untuk melakukan protes terhadapnya di Jakarta telah merusak reputasi Indonesia sebagai negara yang menerapkan Islam moderat dan mengguncang pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang berhaluan tengah.

Seruan atas kematian Ahok dan sentimen anti-Tionghoa merupakan unsur-unsur yang meresahkan dalam protes tersebut, yang salah satunya berubah menjadi kekerasan, dengan puluhan orang terluka dan satu orang meninggal akibat dampak gas air mata.

Kekalahan Ahok juga akan menjadi kekalahan bagi para pemimpin politik dan agama yang moderat di Indonesia dan semakin menambah keberanian kelompok garis keras, yang mengatakan bahwa non-Muslim tidak boleh memimpin umat Islam. Jabatan gubernur juga dipandang sebagai titik awal dalam politik nasional dan mungkin juga jabatan presiden.

Akan ada pemilihan putaran kedua pada bulan April jika tidak ada kandidat yang memperoleh 50 persen ditambah satu suara yang diperlukan untuk meraih kemenangan langsung. Salah satu skenarionya adalah Ahok maju ke putaran kedua namun dikalahkan oleh pemilih anti-Ahok yang bersatu mendukung kandidat Muslim yang tersisa.

Jokowi memberikan suara di lingkungan Jakarta Pusat dan menyerukan persatuan nasional.

“Perbedaan pilihan politik tidak boleh memecah belah kita,” ujarnya. “Setelah pemilu ini kita ingin semuanya kembali sebagai saudara, kita semua harus menjaga persatuan dan kesatuan.”

Ahok populer karena upayanya untuk memberantas korupsi di pemerintahan Jakarta dan upayanya untuk menjadikan kota ini lebih layak huni.

Namun penghancuran brutal di beberapa daerah kumuh yang menjadi rumah bagi jutaan orang dan sikap blak-blakan yang keliru telah menjadi kelemahannya. Para penentang pemilu memanfaatkan momen ini tahun lalu ketika sebuah video muncul di mana Ahok mengatakan kepada para pemilih bahwa mereka disesatkan jika mereka yakin ada ayat tertentu dalam Alquran yang melarang umat Islam memilih non-Muslim sebagai pemimpin.

“Saya memilih Ahok karena dia sudah menunjukkan hasil kerja nyata dan kejujurannya,” kata Sriyana Dewi saat meninggalkan TPS sambil menggendong putranya yang berusia 7 bulan.

___

Penulis Associated Press Ali Kotarumalos berkontribusi pada laporan ini.

sbobet wap