Tashfeen Malik dilaporkan mencoba menghubungi kelompok ekstremis tetapi diabaikan

Tashfeen Malik dilaporkan mencoba menghubungi kelompok ekstremis tetapi diabaikan

Salah satu pria bersenjata yang melepaskan tembakan di sebuah gedung perkantoran di California Selatan pekan lalu dilaporkan mencoba menghubungi beberapa kelompok ekstremis Islam pada bulan-bulan sebelum serangan namun diabaikan.

Salah satu kelompok yang mungkin dihubungi Tashfeen Malik adalah Front Nusra yang berbasis di Suriah dan berafiliasi dengan al-Qaeda, kata sumber pemerintah. Reuters Kamis. Salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan besar siapa pun yang dia hubungi tidak memberikan tanggapan karena takut terjebak dalam operasi “sengatan” penegakan hukum.

Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana Malik mencoba menjangkau para teroris tersebut.

Los Angeles Timesmengutip seorang pejabat penegak hukum federal yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pekan lalu bahwa Syed Farook melakukan kontak dengan anggota Front Nusra dan kelompok ekstremis Somalia Al-Shabaab. Pejabat tersebut mengatakan kepada Times bahwa ada “semacam” kontak antara Farook dan kelompok teroris, namun tidak jelas jenis kontak apa yang dimiliki kedua pihak.

Fox News mengkonfirmasi pekan lalu bahwa Malik berjanji setia kepada ISIS beberapa jam sebelum serangan itu. Perkembangan ini memperkuat kecurigaan besar bahwa Malik setidaknya didorong oleh Islam radikal.

Malik memposting pernyataan dukungan untuk kesetiaan kepada pemimpin ISIS dan memproklamirkan diri sebagai “khalifah” Abu Bakr al-Baghdadi di Facebook. Postingan tersebut dikonfirmasi oleh perwakilan situs jejaring sosial tersebut.

Farook diduga merencanakan serangan di lokasi yang dirahasiakan pada tahun 2012, namun membatalkan rencana tersebut setelah penangkapan tiga pria di California dan seorang pemimpin kelompok teror di Afghanistan terkait teror pada bulan November. Mengutip dua pejabat penegak hukum AS, CNN melaporkan pada hari Kamis bahwa Farook adalah bagian dari lingkaran sosial salah satu pria tersebut, Sohiel Kabir.

David Bowdich, agen khusus FBI yang bertanggung jawab atas kantor lapangan biro tersebut di Los Angeles, membenarkan bahwa agen federal sedang menyelidiki apakah ada orang yang ditangkap pada tahun 2012 yang memiliki hubungan dengan Farook. Kabir divonis bersalah pada September lalu karena berkonspirasi mendukung teroris dan membunuh warga Amerika di luar negeri. Dia divonis 25 tahun penjara pada Februari lalu.

Nama Farook dan Malik kemungkinan besar muncul selama penyelidikan FBI sebelumnya tetapi tidak menimbulkan tanda bahaya apa pun, menurut Reuters, mengutip sebuah sumber. Belum jelas apakah penyelidikan sebelumnya ada kaitannya dengan penangkapan pada bulan November 2012.

“Anda harus mengatakan bahwa ini adalah kegagalan intelijen,” kata Anggota Parlemen Matt Salmon, dari Partai Republik Arizona, pada hari Kamis setelah pengarahan tertutup mengenai penembakan tersebut. “Kamu harus melakukannya. Karena memang begitu.”

Juga pada hari Kamis, seorang pejabat federal mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa para penyelidik yakin Farook meminta teman dan tetangganya, Enrique Marquez, untuk membeli dua senapan AR-15 yang digunakan dalam serangan 2 Desember karena dia khawatir dia “tidak akan lulus pemeriksaan latar belakang” jika dia mencoba membelinya sendiri. Marquez kini tengah diperiksa penyidik ​​mengenai Farook, Malik, dan kenalannya.

FBI mulai menjelajahi sebuah danau kecil di taman San Bernardino karena petunjuk menunjukkan bahwa Farook dan Malik ada di area tersebut.

Bowdich mengatakan pada hari Kamis bahwa pencarian Taman Danau Seccombe bisa memakan waktu berhari-hari. Dia menolak mengungkapkan apa yang dicari biro tersebut atau menjelaskan informasi baru tentang penyelidikan tersebut. Danau itu berada tiga mil di utara lokasi penembakan minggu lalu.

Sumber mengatakan kepada Waktu Los Angeles penyelam mencari barang elektronik, termasuk hard drive yang ingin dihancurkan pasangan tersebut sebelum melakukan pembunuhan massal. The Times juga melaporkan bahwa penyelidik federal menyimpulkan, berdasarkan bukti digital yang ditinggalkan pasangan tersebut, bahwa Farook dan Malik sedang dalam tahap akhir merencanakan serangan teroris yang lebih besar, kemungkinan terhadap sekolah atau perguruan tinggi setempat.

Associated Press berkontribusi pada laporan ini.

game slot online