Terpilihnya Catalonia menguji persatuan Spanyol

Para pemilih di wilayah Catalonia, Spanyol, menghadapi pemilu yang mengancam akan menguji persatuan negara tersebut.

Para pemilih memilih anggota parlemen untuk parlemen wilayah kaya ini pada hari Minggu di tengah ancaman dari pemimpin Catalan untuk mengadakan referendum kemerdekaan.

Pemerintah daerah yang dipimpin Artur Mas menyebut pemilu dini sebagai bagian dari perebutan kekuasaan dengan pemerintah pusat yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mariano Rajoy, berpusat pada besarnya kontribusi Catalonia terhadap kas negara.

Jika para pemilih memberikan dukungan kuat kepada Mas pada hari Minggu, ia berjanji akan mengadakan referendum yang menanyakan warga Catalan apakah mereka lebih memilih untuk berpisah dari Spanyol pada saat krisis keuangan parah.

Rajoy mengatakan pembicaraan tentang kemerdekaan adalah hal kedua dibandingkan masalah nyata negara ini, yaitu menemukan cara untuk menciptakan lapangan kerja dan mengatasi defisit.

Meski Rajoy berupaya memerangi krisis keuangan terburuk di Spanyol dalam beberapa dekade terakhir, Mas mengklaim Catalonia diminta menanggung terlalu banyak beban pajak dan bisa berbuat lebih baik jika memisahkan diri dan berusaha menjadi negara anggota Uni Eropa yang independen.

“Lima tahun yang lalu saya mendukung model federal dengan Spanyol, tapi sekarang kita melihat hal itu tidak bisa dilakukan,” kata Miquel Angel Aragon, seorang pekerja bantuan berusia 37 tahun. “Saya mendukung kemerdekaan.”

Catalonia menyumbang sekitar seperlima output perekonomian Spanyol dan banyak warga yang berpendapat bahwa pemerintah pusat memberikan terlalu sedikit kontribusi sebagai pengakuan atas kontribusi wilayah tersebut.

Madrid secara tradisional mengatakan bahwa menyederhanakan model keuangan negara dengan mengecualikan biaya keseluruhan seperti pertahanan hanya menciptakan gambaran yang menyimpang tentang bagaimana pajak dan pengeluaran didistribusikan.

Meningkatnya sentimen separatis Catalan dipicu ketika Rajoy tidak menyetujui usulan Mas untuk meringankan beban pajak Catalonia dan memanggil ratusan ribu orang untuk melakukan demonstrasi besar-besaran pro-kemerdekaan di Barcelona pada 11 September.

Krisis ini menyoroti tingginya biaya dalam menjalankan 17 wilayah semi-otonom Spanyol bersama dengan pemerintah pusat.

Warga Catalan dipandang oleh sebagian besar warga Spanyol sebagai orang yang hemat dan pekerja keras, dan sebagian besar warga Catalan terkejut melihat utang regional Catalonia meningkat hingga €42 miliar ($54,4 miliar) dari utang seluruh pemerintah regional Spanyol sebesar €140 miliar.

“Kami bukan separatis, kami ingin tetap menjadi bagian dari Spanyol,” kata pensiunan desainer industri Francisco Palau (69), yang keluar dari tempat pemungutan suara bersama istrinya. “Kami membela pluralitas yang ada saat ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa mendirikan negara bagian dan pemerintahan baru “akan memakan biaya yang sangat mahal.”

Lebih dari 5,2 juta orang berhak memilih kandidat untuk mengisi 135 kursi parlemen Catalan yang duduk di Barcelona.

Berdasarkan pemberitaan Associated Press.

Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino


slot gacor