Tersangka pembunuhan ganda di Texas dideportasi 3 kali ke Meksiko
Juan Navarro Rios dalam foto pemesanan penjara yang disediakan oleh Departemen Sheriff Dallas County. (aplikasi)
Seorang pria yang diduga membunuh dua orang dan menculik orang ketiga pada akhir pekan di wilayah Dallas telah tinggal di Amerika Serikat secara ilegal dengan menggunakan nama palsu dan telah dideportasi ke Meksiko tiga kali dalam dua dekade terakhir, kata pejabat imigrasi pada hari Rabu.
Pria berusia 40 tahun itu diduga membunuh seorang pengendara mobil di Dallas dan seorang pria di sebuah pompa bensin di dekat Cedar Hill. Dia juga diduga menculik seorang penata taman di Austin.
Petugas Penjara Dallas County menemukan bahwa tersangka yang awalnya diidentifikasi sebagai Silvestre Franco-Luviano sebenarnya adalah Juan Navarro Rios. Namun, juru bicara sheriff kemudian mengatakan dia menggunakan setidaknya delapan nama samaran.
“Ini adalah contoh terburuk dari yang terburuk yang kita alami sehari-hari,” kata Hector Gomez, wakil pengawas Satuan Tugas Buronan Lone Star, kepada The Guardian. Berita Pagi Dallas.
Polisi belum merilis motif pembunuhan tersebut, yang keduanya terjadi Minggu malam.
Navarro ditangkap Selasa setelah terjadi kebuntuan di apartemen keluarganya di Georgetown, sekitar 40 mil sebelah utara Austin. Polisi mengatakan dia ditangkap setelah membakar sebagian bangunan.
Catatan kriminal selama bertahun-tahun mengidentifikasi Navarro Rios dengan beberapa variasi Silvestre Franco-Luviano. Dia awalnya dideportasi pada bulan Juni 1996 karena hukuman pidana, kata juru bicara Imigrasi dan Bea Cukai AS Carl Rusnok pada hari Rabu.
ICE tidak menjelaskan apa hukumannya, namun catatan pengadilan menunjukkan bahwa warga negara Meksiko tersebut pernah dihukum karena penyerangan di Dallas pada tahun 1995 dan pada tahun 1996 karena menghalangi penuntutan. Catatan tersebut tidak memberikan rincian tuduhan tersebut.
Navarro Rios pernah kembali ke AS dan dideportasi lagi pada Oktober 2009 karena masuk kembali dengan mengklaim kewarganegaraan AS secara palsu, kata Rusnok. Dia kembali ke AS dan diadili di kota Georgetown di Texas pada tahun 2010 dan 2011 atas tuduhan perampokan kendaraan. Dia dideportasi pada Maret 2014 setelah menyelesaikan hukuman penjara karena masuk kembali setelah dideportasi, menurut pernyataan Rabu dari ICE.
Navarro dipindahkan pada hari Rabu dari Penjara Williamson County ke Penjara Dallas County setelah penangkapannya atas surat perintah pembunuhan atas kematian Ruben Moreno, yang berada di dalam mobilnya ketika dia ditembak. Ia juga menjadi tersangka kematian Welton Betts. Polisi Georgetown juga menuduhnya melakukan perampokan kendaraan.
Catatan penjara tidak mencantumkan pengacara Navarro Rios yang dapat mengomentari tuduhan tersebut. ICE langsung menahan dia di imigrasi setelah penangkapannya, yang berarti agensi tersebut meminta agar dia tidak dibebaskan.
Berdasarkan pemberitaan The Associated Press.
Sukai kami Facebook
Ikuti kami Twitter & Instagram