Tips berolahraga dengan aman di tengah gelombang panas
WASHINGTON, DC – 22 JUNI: Alexandar Zivkovic dari Beograd, Serbia menenangkan diri di air mancur US Navy Memorial 22 Juni 2012 di Washington, DC. Prakiraan cuaca memperkirakan wilayah tersebut akan mengalami akhir pekan yang lebih dingin. (Foto oleh Alex Wong/Getty Images) (Getty)
Dengan gelombang panas yang melanda Pantai Timur, dan kini mulai bergerak ke barat di seluruh negeri, berikut beberapa tip tentang cara meningkatkan daya tahan tubuh dan berolahraga dengan aman di tengah kenaikan suhu.
Mari kita mulai dengan dasar-dasarnya. Perhatikan suhu puncak siang hari, kelembapan, dan bahkan peringatan polusi udara/ozon. Mungkin pertimbangkan untuk tinggal di dalam rumah daripada berada dalam kondisi panas dan lembab.
Penting untuk menyadari bahwa tubuh Anda bekerja kurang efisien selama kondisi ekstrim. Jika Anda menderita asma, selalu siapkan obat inhaler penyelamat Anda. Luangkan waktu untuk meninjau rencana tindakan asma tertulis, dan ketahui beberapa tanda peringatan dini.
Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan meminum air dalam jumlah yang cukup dan/atau minuman elektrolit rendah gula untuk olahraga jangka panjang. Minumlah sebelum, selama dan setelah berolahraga, dan ingat; jangan menunggu sampai Anda haus untuk memulai proses hidrasi.
Penelitian menunjukkan bahwa mendinginkan diri terlebih dahulu dengan meminum air dingin atau menggunakan handuk dingin sebelum melakukan aktivitas fisik di hari yang panas ternyata dapat membantu meningkatkan daya tahan dan performa.
Pada hari yang panas, kenakan bahan yang ringan dan menyerap keringat untuk menyerap keringat dan keringat. Beberapa atlet lebih menyukai pakaian olahraga yang longgar. Pada hari yang cerah, cobalah mencari tempat yang teduh dan sejuk – terutama saat cooldown.
Jangan sekali-kali meminum minuman beralkohol sebelum berolahraga, karena hal ini tentu akan memperparah dehidrasi, dan makanlah makanan ringan sebelum melakukan olahraga berat.
Jika suatu saat Anda kesulitan bernapas atau merasa pusing, segera hentikan olahraga. Kram panas, kelelahan, dan stroke bisa terjadi saat tubuh Anda kepanasan. Gejala mungkin termasuk pusing, kelelahan yang signifikan, mual dan/atau kebingungan.
Jangan berolahraga di bawah sinar matahari langsung tanpa memakai tabir surya tahan air, lip balm, topi, dan kacamata hitam yang bagus (ini juga akan membantu mencegah serbuk sari masuk ke mata Anda).
Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda saat memulai program olahraga – dan ini sangat penting jika Anda menderita kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung atau asma.