Tips membesarkan anak dengan body image positif
Banyak dari kita bergumul dengan masalah citra tubuh, yang sebagian besar dimulai sejak usia dini.
Sekitar 30 persen anak perempuan berusia antara 10 dan 14 tahun melakukan diet pada waktu tertentu, menurut The Hospital for Sick Children di Toronto.
Dan gangguan citra tubuh bisa dimulai sejak usia prasekolah, menurut Academy of Nutrition and Dietetics.
Anak-anak secara tidak sadar meniru apa yang dilihat dan didengarnya dari orang dewasa di sekitarnya, sehingga orang tua dan panutan orang dewasa lainnya berperan penting dalam menumbuhkan citra tubuh yang positif.
Langkah pertama yang paling penting dalam meningkatkan citra tubuh positif pada anak adalah dengan memberikan contoh. Anak-anak dengan cepat menangkap kecemasan apa pun yang Anda miliki terhadap tubuh Anda, dan dengan meniru orang dewasa dalam hidup mereka, mereka dapat menginternalisasi perasaan negatif terhadap tubuh mereka sendiri.
Daripada mengkritik lemak di kaki Anda, fokuslah untuk mengungkapkan betapa beruntungnya Anda memiliki kaki yang kuat untuk membawa Anda kemana-mana sepanjang hari. Jangan membicarakan hal-hal yang ingin Anda ubah pada tubuh Anda. Sebaliknya, bermegahlah tentang sifat-sifat positif yang Anda syukuri.
Kemudian sertakan kebugaran ke dalam rutinitas seluruh keluarga Anda. Mainkan permainan aktif di luar, atau lari bersama keluarga dan fokuslah untuk menikmati satu sama lain dan betapa menyenangkan rasanya menjadi aktif.
Anak-anak mengambil petunjuk dari orang dewasa dan cenderung memutuskan bagaimana perasaan mereka tentang olahraga berdasarkan cara orang tua mereka berbicara dan bertindak. Jika Anda berbicara tentang betapa Anda takut berolahraga atau bahwa makan sepotong pizza pada malam sebelumnya merupakan hukuman, kemungkinan besar anak Anda juga tidak akan terlalu bersemangat. Fokuslah berolahraga agar bugar, bukan menjadi kurus. Mulailah dari usia muda dan jadikan itu menyenangkan.
Cobalah yoga balita atau cukup tendang bola di luar; ini adalah cara yang bagus untuk menanamkan kecintaan berolahraga pada anak kecil.
Ini seharusnya sudah jelas, namun tidak demikian: Jangan biarkan anak Anda melihat Anda menimbang. Banyak dari kita yang mempunyai kebiasaan buruk membiarkan angka-angka pada timbangan menentukan perasaan kita terhadap tubuh kita. Seiring pertumbuhan anak-anak, angka pada skalanya juga akan meningkat. Anda tentu tidak ingin mereka kecewa atau merasa buruk terhadap diri mereka sendiri karena nomor yang mereka lihat tidak sesuai dengan yang mereka inginkan.
Daripada berfokus pada berat badan sebagai angka, bicarakan dengan anak Anda tentang perasaan baik, memiliki energi yang cukup, dan mengapa penting untuk menjadi sehat.
Makanan tidak boleh digunakan sebagai hadiah atau hukuman. Daripada membicarakan tentang makan lebih sedikit (atau mengonsumsi makanan yang tidak Anda sukai) karena Anda sedang diet, diskusikan tentang cara membuat pilihan makanan yang lebih baik karena lebih sehat. Biarkan anak-anak menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan mintalah mereka membantu Anda menyiapkan makanan sehat sesering mungkin.
Saat Anda memasak dengan makanan yang berbeda, tunjukkan manfaat kesehatan dari makanan yang Anda makan. Singkirkan sebanyak mungkin makanan olahan dari rumah sehingga anak-anak terpaksa membuat pilihan yang sehat. Percakapan apa pun tentang junk food harus berfokus pada penjelasan mengapa junk food tidak menyehatkan, bukan sekadar mengatakan bahwa junk food akan membuat kita gemuk. Semakin anak merasa kekurangan, semakin besar kemungkinan dia ingin memberontak dan memakan apa yang tidak “diperbolehkan”.
Jika seorang anak mengeluh kepada Anda tentang tubuhnya, berhentilah dan dengarkan. Bicarakan mengapa mereka merasa seperti itu, dan diskusikan hal tersebut. Jika mereka mempunyai cita-cita yang tidak realistis tentang bagaimana seharusnya mereka berpenampilan, diskusikan cita-cita yang mereka pegang teguh dan mengapa cita-cita tersebut mungkin tidak realistis.
Ingatkan mereka bahwa tubuh adalah alat, bukan hiasan, dan tetap indah berapa pun ukurannya.