Warga negara AS ditangkap dalam penembakan pejabat konsulat di Meksiko
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke mobil petugas konsulat AS dalam gambar yang diambil dari video pengawasan. (Konsulat AS)
KOTA MEKSIKO – Jaksa Meksiko mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah menahan seorang warga negara AS sebagai tersangka utama dalam penembakan seorang pejabat di konsulat AS di kota Guadalajara di bagian barat.
Kantor Jaksa Agung Federal mengatakan bahwa “seorang warga negara AS telah diidentifikasi dan ditahan karena dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut. Orang ini akan dideportasi ke Amerika Serikat untuk menentukan situasi hukumnya.”
Kantor tersebut menyatakan “kekecewaan mendalam atas serangan pengecut ini” dan mengatakan korban masih berada di rumah sakit dalam kondisi stabil.
Identitas tersangka belum diumumkan, dan pihak berwenang belum mengomentari kemungkinan motif serangan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengeluarkan pernyataan terima kasih kepada Meksiko atas penangkapan cepat tersebut.
“Atas nama Presiden Obama dan rakyat Amerika, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Meksiko atas penangkapan yang cepat dan tegas terhadap tersangka serangan keji terhadap rekan dinas luar negeri kami,” kata Kerry. “Pikiran dan doa saya tetap bersama petugas ini dan keluarganya selama masa sulit ini. Saya berharap dia cepat sembuh.”
Kedutaan Besar AS belum mengidentifikasi pejabat yang ditembak di dalam mobilnya di Guadalajara pada hari Jumat. Media lokal mengidentifikasi dia sebagai Christopher Ashcraft, yang profilnya di situs jejaring sosial mencantumkan dia sebagai petugas konsuler di Guadalajara sejak 2016.
FBI menawarkan hadiah $20.000 untuk informasi tentang penyerang, dan foto kamera pengintai dirinya didistribusikan secara luas.
Negara bagian Jalisco didominasi oleh kartel Generasi Baru Jalisco yang sangat kejam. Tidak ada bukti adanya hubungan kartel dengan serangan tersebut.
Kedutaan Besar AS di Mexico City mengimbau warganya membatasi pergerakan mereka di kawasan Guadalajara. “Mereka juga harus memastikan bahwa gerakan-gerakan penting tersebut tidak mengikuti pola yang dapat diprediksi,” lanjut pernyataan itu. “Mereka harus memvariasikan waktu dan rute pergerakan mereka.”
Tidak jelas apakah ini mengacu pada pengejaran yang dilakukan oleh pria bersenjata terhadap pegawai konsulat AS, dan apa yang tampaknya merupakan upaya langsung untuk membunuhnya.
Video pengawasan serangan tersebut menunjukkan pria bersenjata itu mengikuti petugas tersebut ke garasi parkir. Pejabat itu mengenakan celana pendek. Pelaku tampaknya tidak mencoba mendekati petugas saat dia berjalan, melainkan menunggu petugas tersebut keluar dari tempat parkir dengan kendaraannya dan menembakkan peluru ke kaca depan mobil.
Pegawai konsulat AS dan agen AS lainnya pernah diserang di Meksiko pada masa lalu. Para penyerang biasanya mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan kasus kesalahan identitas.