Yang terbaru: Israel menunda pemungutan suara mengenai aneksasi permukiman
Seorang pekerja berdiri di lokasi konstruksi di pemukiman Maaleh Adumim di Tepi Barat, Minggu, 22 Januari 2017. Pemerintah kota Yerusalem memberikan persetujuan akhir untuk pembangunan ratusan rumah baru di Yerusalem timur, ketika seorang menteri kabinet yang keras kepala mendorong pemerintah untuk mencaplok Maaleh Adumim, sebuah pemukiman besar di Tepi Barat, menyambut presiden Israel di Tepi Barat dan menyambut Presiden Trump. Rencana pembangunan ditunda pada bulan-bulan terakhir pemerintahan Presiden Barack Obama. (Foto AP/Mahmoud Illean) (Pers Terkait)
YERUSALEM – Berita terbaru mengenai rencana Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada era Trump (sepanjang waktu lokal):
18:15
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Kabinet Keamanannya dengan suara bulat setuju untuk menunda pemungutan suara mengenai proposal untuk mencaplok pemukiman besar di Tepi Barat.
Partai Rumah Yahudi yang pro-pemukim mendesak pemerintah untuk mencaplok pemukiman Maaleh Adumim, dekat Yerusalem. Pemimpin partainya, Naftali Bennett, yakin pemerintahan Trump akan ramah terhadap gerakan pemukiman, dan oleh karena itu Israel harus meninggalkan gagasan pembentukan negara Palestina dan malah mencaplok pemukiman di Tepi Barat.
Kantor Netanyahu mengatakan Kabinet Keamanannya, yang mencakup Bennett, setuju untuk menunda pemungutan suara mengenai proposal aneksasi sampai pertemuan antara Netanyahu dan Trump bulan depan. Partai Bennett mengklaim bahwa Netanyahu meminta penundaan tersebut, dengan alasan tekanan dari Trump.
Netanyahu dan Trump diperkirakan akan berbicara melalui telepon pada Minggu malam.
___
12:30 malam
Pemerintah kota Yerusalem sedang membangun 566 unit rumah baru untuk pemukiman Yahudi di Yerusalem timur.
Rencana pembangunan tersebut ditunda pada bulan-bulan terakhir pemerintahan Presiden Barack Obama dan diumumkan pada hari Minggu setelah pelantikan Donald Trump. Belum jelas apakah proyek tersebut memerlukan persetujuan lebih lanjut atau kapan konstruksi akan dimulai.
Israel sering berselisih dengan Obama mengenai pembangunan di wilayah yang direbutnya dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Sebagian besar dunia menganggap pemukiman ilegal atau illegal.
Namun pemerintah garis keras Israel menaruh harapan besar pada Trump, yang telah mengisyaratkan bahwa ia akan mengambil pendekatan yang lebih ramah terhadap mereka.
Duta Besar yang ditunjuk Trump untuk Israel memiliki hubungan dekat dengan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, serta yayasan yang dijalankan oleh keluarga menantu Trump, Jared Kushner.