Yang terbaru: mobil jenazah tiba di lokasi serangan pisau Jepang
TOKYO – Serangan pisau terbaru pada hari Selasa di fasilitas penyandang cacat mental di Jepang yang menewaskan 19 orang (sepanjang waktu setempat):
jam 7 malam
Mobil jenazah memasuki lokasi fasilitas penyandang cacat mental di Jepang di mana setidaknya 19 orang tewas dalam serangan pisau.
Satu mobil jenazah keluar setelah beberapa saat, namun tidak jelas apakah mobil tersebut membawa jenazah korban penyerangan hari Selasa.
Media telah menunggu sepanjang hari di luar fasilitas di Sagamihara, sebuah kota 50 kilometer (30 mil) sebelah barat Tokyo.
Tiga orang yang tampaknya satu keluarga datang untuk meletakkan bunga tetapi tidak dapat melakukannya karena polisi mencegah mereka mendekati properti tersebut.
___
14:25
Kantor berita Kyodo telah merilis surat bahwa Satoshi Uematsu, tersangka pembunuhan 19 orang di sebuah fasilitas penyandang cacat, diduga mencari Tadamori Oshima, ketua majelis rendah parlemen Jepang.
Di dalamnya, Uematsu menjelaskan rencana rinci tentang bagaimana dia berencana melakukan serangan semacam itu pada malam hari ketika hanya ada sedikit personel yang bekerja. Dia menulis bahwa dia kemudian akan menyerahkan dirinya ke polisi.
Uematsu mengatakan bahwa dengan membunuh penyandang disabilitas, dia akan merangsang perekonomian dunia dan bahkan mungkin mencegah Perang Dunia Ketiga.
“Sekarang adalah waktunya untuk melakukan revolusi dan mengambil keputusan yang tak terelakkan namun sulit demi seluruh umat manusia,” tulis Uematsu.
12:45
Juru bicara pemerintah Jepang menyebut serangan pisau yang menewaskan sedikitnya 19 orang di luar Tokyo “sangat tragis dan mengejutkan.”
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa “ini adalah insiden yang sangat tragis dan mengejutkan dimana banyak orang yang tidak bersalah menjadi korban. Saya dengan tulus berdoa untuk perdamaian bagi jiwa mereka yang terbunuh dan menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga yang berduka serta mereka yang terluka.”
Dia mengatakan polisi akan bekerja keras dengan pemerintah dalam penyelidikan “untuk memahami gambaran keseluruhan.”
Pihak berwenang telah mengkonfirmasi 19 kematian di fasilitas penyandang cacat di kota Sagamihara.
___
11:45
Masyarakat yang tinggal di dekat fasilitas penyandang cacat di mana 19 orang tewas dalam serangan pisau menggambarkan fasilitas tersebut sebagai tempat yang ramah dimana staf dan warganya bergabung dalam acara komunitas.
Akie Inoue, yang sedang berjalan bersama putri remajanya, mengatakan putrinya mengenal tersangka dari kejadian di fasilitas tersebut ketika dia masih di sekolah dasar.
“Saya terkejut mendengar bahwa pelakunya adalah orang dari lingkungan ini,” katanya. “Putri saya tahu pelakunya, maksud saya, mereka sudah dikenal. Mereka akan saling menyapa saat bertemu dan dia memberi tahu saya bahwa pelakunya adalah orang yang sangat baik. Kami semua sangat terkejut.”
Putrinya, Honoka, berkata, “Dia memiliki kesan yang ceria… Dia adalah tipe orang yang akan menyapamu terlebih dahulu.”
___
10:45
Pernyataan pemerintah AS yang dikeluarkan oleh Gedung Putih mengungkapkan keterkejutannya atas “serangan keji” tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dalam serangan pisau di sebuah fasilitas penyandang cacat di Jepang.
Pernyataan juru bicara Dewan Keamanan Nasional Ned Price mengatakan, “tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan seperti itu, namun fakta bahwa serangan ini terjadi di fasilitas penyandang disabilitas menjadikannya semakin menjijikkan dan tidak masuk akal.”
___
10:30
Pejabat pemerintah setempat telah mengidentifikasi tersangka serangan pisau itu sebagai Satoshi Uematsu.
Seorang pejabat prefektur Kanagawa mengatakan pada konferensi pers bahwa Uematsu memasuki gedung sekitar pukul 02.10 dengan memecahkan jendela kaca di lantai pertama sebuah bangunan tempat tinggal di fasilitas penyandang cacat.
Shinya Sakuma, kepala departemen kesehatan dan kesejahteraan prefektur, mengatakan Uematsu bekerja di fasilitas tersebut hingga Februari. Laporan media Jepang menyebutkan dia berusia 26 tahun.
Departemen Pemadam Kebakaran Sagamihara mengatakan 19 orang tewas dalam serangan pada Selasa pagi.
___
09:45
Departemen Pemadam Kebakaran Kota Sagamihara mengatakan 19 orang dipastikan tewas dalam serangan terhadap fasilitas penyandang cacat di luar Tokyo.
Pemadam kebakaran mengatakan seorang dokter atau dokter di lokasi kejadian mengkonfirmasi kematian tersebut sekitar pukul 08.00 pada Selasa pagi.