Yang terbaru: Pengungsi yang membayar biaya perjalanan meninggalkan jalan raya Yunani

Yang terbaru: Pengungsi yang membayar biaya perjalanan meninggalkan jalan raya Yunani

Perkembangan terkini mengenai tanggapan Eropa terhadap sejumlah besar pengungsi dan migran yang berusaha mencapai atau memasuki Eropa (selalu bersifat lokal):

17:45

Pihak berwenang mengatakan 77 pengungsi dan migran ditemukan berjalan di sepanjang jalan raya di Yunani setelah penyelundup yang membayar mereka untuk mengantar mereka ke Athena membuang mereka ratusan mil jauhnya.

Polisi mengatakan pada hari Rabu ada 37 anak-anak dan remaja di antara kelompok yang terdiri dari 65 warga Irak dan 12 warga Suriah.

Para pengungsi dan migran ditemukan sekitar 5 kilometer (3 mil) di luar Thessaloniki pada hari Selasa.

Mereka mengatakan kepada polisi bahwa mereka membayar masing-masing 1.000 euro ($1.200) untuk diselundupkan dari Turki melintasi Sungai Evros ke Yunani dan kemudian dibawa dengan truk sekitar 500 kilometer (310 mil) ke selatan menuju Athena.

Polisi mengatakan sekitar 1.500 orang tertangkap memasuki Yunani secara ilegal pada bulan Agustus melalui Evros, yang membentang di sepanjang perbatasan antara Turki dan Yunani.

___

16:15

Para peneliti mengatakan sekitar setengah dari migran yang memasuki Eropa selama gelombang masuk besar-besaran pada tahun 2015 dan 2016 masih menunggu keputusan mengenai suaka pada akhir periode tersebut, dan hanya sebagian kecil yang dipulangkan namun permohonan mereka ditolak.

Pew Research Center mengatakan dalam sebuah penelitian pada hari Rabu bahwa dari 2,2 juta pencari suaka yang memasuki Eropa pada tahun 2015-2016, 52 persen masih menunggu keputusan mengenai permohonan mereka pada akhir tahun 2016, 40 persen permohonan mereka telah disetujui, sementara 3 persen sudah dipulangkan.

Jerman menerima pencari suaka terbanyak dengan 1.090.000 pemohon, namun merupakan salah satu negara yang paling efisien dalam memproses pencari suaka dengan 49 persen menunggu keputusan pada akhir tahun 2016. Sebaliknya, Hongaria memiliki 70.000 pemohon dan 94 persen masih menunggu.

___

12:30 malam

Kanselir Jerman Angela Merkel menggunakan sebuah mantra ketika warga mempertanyakan keputusannya untuk membuka negaranya bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang: “Kami akan mengaturnya.”

Dia terus mengulanginya ketika antrian di kantor imigrasi mengelilingi blok-blok kota, gimnasium sekolah berubah menjadi perumahan sementara dan pertanyaan-pertanyaan berubah menjadi kritik keras.

Pemilu nasional pada hari Minggu dapat menunjukkan seberapa baik para pemilih berpendapat bahwa pemerintahan Merkel telah mengelola masuknya pengungsi.

Bagi kanselir dan anggota Partai Kristen Demokrat, tanda-tandanya cukup menjanjikan.

Saat Merkel berkampanye untuk masa jabatannya yang keempat, sebagian besar dari 890.000 pencari suaka yang memasuki Jerman dua tahun lalu mengikuti kursus pelatihan bahasa dan kerja. Siswa kembali berolahraga di gimnasium. Pencari suaka yang ditolak akan dideportasi.

Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman telah berjuang untuk menjadikan imigrasi sebagai isu utama pemilu.

unitogel