Pasukan Peru menyelamatkan 54 penduduk asli yang ditahan di hutan terpencil oleh sisa-sisa Shining Path
WILAYAH MADRE DE DIOS, PERU – 17 NOVEMBER: Petugas Kepolisian Nasional mencari operasi penambangan ilegal di dataran rendah Amazon pada 17 November 2013 di Wilayah Madre de Dios, Peru. Polisi akhirnya memusnahkan tiga buah peralatan penambangan liar di kawasan tersebut. Wilayah Madre de Dios (‘Bunda Tuhan’) yang memiliki keanekaragaman hayati telah mengalami deforestasi akibat penambangan emas sebanyak tiga kali lipat sejak tahun 2008, ketika harga emas naik di tengah gejolak ekonomi global. Penambang skala kecil tertarik ke wilayah tersebut dengan harapan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi, namun seringkali menghadapi kondisi yang memprihatinkan. Emas biasanya dicampur dengan merkuri selama proses penambangan informal di wilayah tersebut, yang kemudian dilepaskan ke sumber air dan udara, sehingga meracuni ikan dan membuat sakit orang-orang di wilayah tersebut. Peru merupakan produsen emas terbesar di Amerika Latin dan terbesar keenam di dunia. Penambangan informal menyumbang sekitar 20 persen produksi emas di Peru. (Foto oleh Mario Tama/Getty Images) (Gambar Getty 2013)
LIMA, Peru (AP) – Pasukan keamanan Peru menyelamatkan 54 orang dewasa dan anak-anak, sebagian besar anggota kelompok adat Ashaninka, yang ditahan oleh pemberontak Shining Path di kawasan hutan terpencil, kata pejabat pemerintah.
Kepala polisi anti-terorisme Jose Baella mengatakan beberapa orang dewasa diculik dari Puerto Ocopa dan kota-kota terdekat antara 20 dan 30 tahun lalu ketika gerakan pemberontak masih kuat.
Baella mengatakan para perempuan tersebut digunakan untuk menghasilkan tentara anak-anak bagi para gerilyawan dan bercocok tanam untuk mereka. Yang tertua dari 34 bersaudara berusia 14 tahun, katanya pada hari Sabtu.
Pakar keamanan independen Pedro Yaranga mengatakan penyelamatan tersebut bukanlah pukulan serius bagi sisa-sisa penyelundup narkoba Shining Path yang beroperasi di wilayah tersebut, namun menunjukkan betapa lemahnya mereka.
“Anak-anak ini dan massa yang ditawan ditinggalkan dan sendirian, sangat jauh dari tempat di mana tiang-tiang dan kamp-kamp pemberontak dan anak-anak mereka berada,” katanya.
Lebih lanjut tentang ini…
Kelompok itu diselamatkan oleh unit pasukan khusus yang terdiri dari tentara dan polisi dalam misi helikopter pada hari Jumat dan Senin, kata Baella. Anggota kelompok itu dipertemukan kembali dengan keluarga yang sudah puluhan tahun tidak mereka temui, tambahnya.
Baella mengatakan, belum ada yang langsung dipresentasikan ke media. Mereka mendapat perawatan medis dan diinterogasi oleh jaksa di markas polisi anti-narkotika di Mazamari.
Kelompok yang diselamatkan tinggal di beberapa kamp di hutan lebat dengan kanopi setinggi 50 meter (150 kaki) di sebuah tempat bernama Sektor V di provinsi Satipo, negara bagian Junin, kata para pejabat.
Dua pengungsi muda Shining Path yang dibesarkan di kamp-kamp tersebut membawa pihak berwenang ke sana, dan total 70 orang telah diselamatkan dari kamp-kamp tersebut dalam satu tahun terakhir, kata Baella.
Para analis memperkirakan kekuatan Shining Path tidak lebih dari 200 pejuang.
Kelompok ini telah melemah secara serius dalam beberapa tahun terakhir dengan ditangkapnya komandan tertinggi “Artemio” pada tahun 2012, dan pembunuhan dua kader penting pada tahun berikutnya dalam penyergapan pasukan keamanan.
Tempat perlindungan terakhirnya berbatasan dengan wilayah penghasil kokain utama di Peru, lembah sungai Apurimac, Ene dan Mantaro.
Tahun lalu, dua pemimpin tertinggi kelompok tersebut – saudara laki-laki Victor dan Jorge Quispe Palomino – didakwa di Amerika Serikat atas tuduhan termasuk konspirasi untuk melakukan terorisme narkotika.
Sukai kami Facebook
Ikuti kami Twitter & Instagram