Apple mengalihkan fokus proyek mobil rahasianya
Apple mungkin belum menjadi produsen mobil, namun tetap ingin mengembangkan teknologi self-driving miliknya sendiri.
Proyek mobil pembuat iPhone, yang sudah lama menjadi rahasia umum di Silicon Valley, berfokus pada penciptaan teknologi untuk kendaraan otonom yang tidak memerlukan pengemudi manusia. Arah baru ini tampaknya tidak menutup kemungkinan bahwa Apple suatu hari nanti bisa memproduksi mobilnya sendiri, namun hal ini membuka pintu bagi kemitraan dengan perusahaan mobil lain.
Penekanan baru ini dikonfirmasi pada hari Jumat oleh seseorang yang mengetahui proyek tersebut, setelah New York Times melaporkan bahwa Apple sedang “memikirkan kembali” strategi otomotifnya. Orang tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas proyek tersebut.
Apple tidak memberikan komentar resmi pada hari Jumat dan secara konsisten menolak untuk mengkonfirmasi ambisi otomotifnya. Namun Elon Musk, CEO pembuat mobil listrik Tesla, mengatakan bahwa Apple telah mempekerjakan ratusan insinyur, termasuk beberapa dari Tesla, untuk mengerjakan proyek mobil. Pejabat lokal di San Francisco Bay Area mengatakan Apple menghubungi mereka sekitar tahun lalu menggunakan bekas pangkalan angkatan laut yang telah diubah menjadi tempat pengujian mobil.
Baru-baru ini, New York Times dan Bloomberg News melaporkan bahwa upaya awal Apple untuk merancang mobilnya sendiri mengalami pergantian manajemen dan penundaan teknis. Pakar industri mengatakan membuat mobil adalah tantangan yang sangat kompleks bagi perusahaan mana pun, bahkan perusahaan yang memiliki kehebatan teknik seperti Apple. Pembuatan mobil juga melibatkan lebih banyak masalah peraturan dan hukum dibandingkan pembuatan iPhone atau komputer.
Namun industri teknologi semakin merambah ke sektor otomotif, di mana Apple, Google, dan perusahaan lain berlomba-lomba mengembangkan perangkat lunak yang dapat membantu mengelola — setidaknya — sistem infotainment di dalam kendaraan masa kini. Google tidak merahasiakan bahwa mereka juga sedang mengerjakan teknologi self-driving, namun mengatakan bahwa mereka lebih cenderung bermitra dengan produsen mobil yang sudah mapan.
Para analis mengatakan perusahaan teknologi ingin terlibat dalam bisnis mobil karena mereka ingin orang-orang tetap menggunakan produk dan layanan mereka bahkan saat mereka sedang mengemudi. Sementara itu, sebagian besar produsen mobil terkemuka telah membuka laboratorium penelitian di Silicon Valley, sebagian untuk mengerjakan perangkat lunak dan sistem fisik – termasuk sensor dan komponen lainnya – yang diperlukan untuk mengemudi secara otonom.
Uber, perusahaan ride-sharing raksasa, juga telah mempekerjakan para ahli di bidang robotika dan mulai menguji mobil dengan kemampuan self-driving.