Para ilmuwan memperkirakan pertumbuhan alga yang ‘signifikan’ di Danau Erie

Pertumbuhan alga berbahaya yang “signifikan” diperkirakan akan terbentuk di bagian barat Danau Erie pada musim panas ini, meskipun kemungkinan besar tidak akan sebesar pertumbuhan alga di masa lalu yang menimbulkan risiko kesehatan dan menghambat pariwisata, kata para ilmuwan pada hari Kamis.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) dan mitra penelitiannya telah merilis perkiraan jumlah alga tahunan mereka untuk wilayah paling dangkal dan terhangat di Great Lakes, dimana pertumbuhan alga secara besar-besaran merupakan ancaman berulang terhadap lingkungan dan perekonomian. Kontaminasi racun dari mekarnya air pada tahun 2014 menyebabkan penutupan sistem air keran selama dua hari bagi 400.000 orang di Toledo, Ohio, dan Michigan tenggara.

“Ini akan menjadi besar, hijau dan jelek dan akan menyebabkan masalah yang sama seperti yang terjadi di masa lalu bagi kapten kapal sewaan yang mencoba mengajak orang keluar untuk memancing,” kata Don Scavia, seorang ilmuwan dari Universitas Michigan.

Hal ini kecil kemungkinannya untuk menciptakan krisis air minum seperti yang terjadi tiga tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor yang jarang terjadi, termasuk tingginya tingkat racun yang dihasilkan oleh mekarnya bunga tersebut dan lokasinya yang dekat dengan fasilitas pengambilan air lepas pantai di Toledo, kata ahli kelautan NOAA, Rick Stumpf. Pemantauan telah ditingkatkan dan perangkat deteksi dini telah dipasang, tambahnya.

Namun, situasi ini menyoroti perlunya mengurangi aliran nutrisi ke dalam danau yang memberi makan alga dan bakteri serupa, terutama dari peternakan tetapi juga dari pabrik pengolahan limbah dan sumber lainnya, kata Stumpf.

Para peneliti telah mengembangkan skala untuk menentukan tingkat keparahan mekarnya bunga berdasarkan jumlah alga yang dikandungnya dalam jangka waktu yang lama. Mereka memperkirakan tahun ini skornya akan mencapai 7,5, meski bisa berkisar antara 6 hingga 9,5. Peringkat di atas 5 menunjukkan tingkat yang berpotensi membahayakan, artinya mekarnya bunga tersebut dapat menimbulkan bahaya karena menghasilkan racun atau menyedot cukup oksigen dari air sehingga menyebabkan kematian ikan.

Ketika mereka mengembangkan skala tersebut, para peneliti mengira skor maksimumnya adalah 10. Bunga mekar pada tahun 2011 mencapai angka tersebut dan bunga mekar pada tahun 2015 melampauinya, mencatatkan angka 10,5 sebagai yang terbesar yang pernah tercatat. Perlu dicatat bahwa ukuran bunga tidak selalu mencerminkan toksisitasnya.

Tingkat mekar pada tahun 2016 mencapai 3,2, yang menurut para ahli sebagian besar disebabkan oleh cuaca kering. Curah hujan di musim semi dan musim panas memainkan peran penting dalam pembentukan bunga dengan mengalirkan pupuk dari ladang ke sungai dan sungai yang mengalir ke danau. Fosfor dalam pupuk kimia dan pupuk kandang mendorong pertumbuhan alga.

Cuaca tahun ini jauh lebih basah, dan ukuran bunga diperkirakan akan mencerminkan hal ini.

Pertumbuhan alga baru-baru ini di bagian barat Danau Erie mulai terbentuk pada akhir Juli dan menjadi lebih besar pada awal Agustus. Pola serupa diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

“Perkembangan sebesar ini adalah bukti bahwa penelitian dan upaya penjangkauan yang sedang dilakukan untuk mengurangi kandungan nutrisi, mengoptimalkan pengolahan air, dan memahami dinamika pertumbuhan harus terus berlanjut,” kata Christopher Winslow, Ph.D., direktur Ohio Sea Grant College Program.

Namun dia menambahkan bahwa meskipun ukurannya diperkirakan besar, “sebagian besar danau akan bebas ganggang selama musim mekar dan danau tersebut tetap menjadi aset utama.”

Michigan, Ohio dan provinsi Ontario di Kanada telah sepakat untuk mengurangi fosfor yang masuk ke danau sebesar 40 persen selama dekade berikutnya.

Hk Pools